Belasan Murid Tumbang, Hasil Lab Kasus Dugaan Keracunan MBG Belum Juga Keluar

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan belasan murid di Kabupaten Kepahiang mengalami keracunan hingga Senin (8/6/2026) masih belum keluar.

Padahal sebelumnya, sampel makanan yang dikirim ke laboratorium pada Kamis (4/6/2026) lalu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 hari untuk mengetahui hasil pemeriksaan. Dengan estimasi tersebut, hasil uji laboratorium seharusnya sudah mulai diketahui pada hari ini.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang memastikan proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasil resmi belum diterima.

Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Tajri, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil analisis laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa para siswa tersebut.

“Belum keluar kalau saat ini, bisa berkemungkinan hingga satu minggu, kita lihat Jumat ini,” ujar Tajri, Senin (8/6/2026).

Hasil laboratorium tersebut menjadi kunci untuk mengungkap penyebab 16 orang yang terdiri dari 14 murid, satu guru, dan satu penjaga sekolah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG yang disalurkan ke sekolah.

Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah belasan korban mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, pusing, hingga lemas dan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Sebelumnya, Dinkes Kepahiang telah mengamankan sejumlah sampel untuk dilakukan pengujian laboratorium. Sampel yang diperiksa tidak hanya berasal dari makanan yang dikonsumsi para korban, tetapi juga sisa muntahan korban guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi bakteri, virus, maupun zat tertentu yang memicu gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kepahiang, Wisnu, sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil laboratorium diterima.

“Saat ini belum ada dugaan sementara, kita akan kirimkan dulu sampel ke laboratorium,” kata Wisnu.

Adapun sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi, pergedel tahu, sambal telur, buah salak, serta tumis jagung dan kol yang menjadi bagian dari menu MBG pada hari kejadian.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu paket sisa makanan, air minum isi ulang yang digunakan saat penyajian, serta dua botol sampel air sumur dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi lokasi pengolahan makanan.

Belum keluarnya hasil laboratorium membuat penyebab pasti insiden yang menghebohkan dunia pendidikan di Kepahiang tersebut masih menjadi tanda tanya. Publik kini menunggu hasil resmi yang akan menjadi dasar penentuan apakah kasus tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG, air yang digunakan dalam proses pengolahan, atau faktor lainnya.

Dengan hasil uji laboratorium yang diperkirakan baru terbit pada akhir pekan ini, seluruh pihak terkait masih diminta bersabar sembari menunggu kesimpulan ilmiah dari pemeriksaan yang sedang berlangsung.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *