SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Isu panas yang menyeret internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Kepahiang kian menjadi sorotan publik. Dugaan adanya tindakan pelecehan yang disebut-sebut melibatkan senior terhadap junior memicu gelombang tanda tanya di tengah masyarakat.
Namun di tengah derasnya isu yang beredar, pihak pemerintah melalui Kepala Kesbangpol Kepahiang, Dendi, justru memberikan bantahan tegas. Ia memastikan bahwa kabar yang berkembang tidak memiliki dasar yang jelas.
“Tidak ada, sudah kami konfirmasi bahwa isu tersebut tidak ada kebenarannya,” tegas Dendi saat diwawancarai, Kamis (30/4/2026).
Pernyataan tersebut seolah ingin meredam gejolak. Namun di sisi lain, publik justru mempertanyakan fakta lain yang beredar di lapangan. Informasi mengenai adanya proses mediasi mencuat dan menimbulkan spekulasi baru. Jika memang tidak ada kejadian, lalu untuk apa mediasi dilakukan?
Pertanyaan ini menjadi krusial. Sebab, mediasi umumnya dilakukan ketika terdapat pihak-pihak yang berselisih atau terlibat dalam suatu persoalan. Artinya, muncul dugaan adanya pihak yang disebut sebagai terduga pelaku dan terduga korban.
Saat pertanyaan mulai mengerucut tentang siapa yang ada di mediasi tersebut, dan apa saja yang dibahas, pihak kesbangpol belum bisa memberikan jawaban.
“Terkait itu kita belum bisa sampaikan,” singkat Dendi.
Lantas, dari mana asal mula tudingan tersebut? Siapa yang pertama kali memunculkan isu, dan apa dasar informasi yang beredar luas di tengah masyarakat?
Bantahan juga datang dari Ketua PPI Kepahiang, Riki Agung Putra Yoto. Ia menegaskan bahwa informasi yang berkembang tidak benar dan meminta publik tidak mudah terprovokasi.
“Seperti yang disampaikan kepala Kesbangpol, isu tersebut tidak benar,” ujarnya.
Meski demikian, pernyataan dua pihak ini belum sepenuhnya mampu meredam kecurigaan publik. Transparansi dan keterbukaan dinilai menjadi kunci untuk menjawab berbagai spekulasi yang terus berkembang.
Di tengah simpang siur informasi, masyarakat kini menunggu kejelasan yang lebih konkret. Apakah ini murni isu liar tanpa dasar, atau justru ada fakta yang belum sepenuhnya terungkap?
Yang pasti, bola panas kini berada di tangan pihak terkait untuk membuka tabir sebenarnya dan mengakhiri polemik yang terus bergulir di Kabupaten Kepahiang.(mat)













