SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Komitmen pelayanan kepada masyarakat terus ditunjukkan ULP PLN Rayon Kepahiang. Tercatat, sebanyak 45 permohonan pemasangan jaringan listrik telah diterima sejak tahun 2025 hingga 2026 dan kini resmi diajukan ke pihak pusat untuk diproses lebih lanjut.
Puluhan permohonan tersebut didominasi dari wilayah desa yang tersebar di kawasan Kepahiang hingga Bengkulu Tengah, sesuai dengan wilayah kerja ULP PLN Kepahiang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses listrik, terutama bagi daerah yang hingga kini belum sepenuhnya terjangkau jaringan.
Manager ULP PLN Kepahiang, Kevin, menegaskan seluruh pengajuan telah disampaikan dan kini tinggal menunggu tindak lanjut dari pusat.
“Sudah kita terima sebanyak 45 permohonan, semuanya sudah kita ajukan ke pusat,” ujar Kevin, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, untuk wilayah Kabupaten Kepahiang sendiri, aliran listrik sejatinya sudah hampir merata, bahkan hingga ke pelosok seperti Desa Warung Pojok. Oleh sebab itu, sebagian besar permohonan justru berasal dari wilayah tetangga, Bengkulu Tengah.
“Kalau di Kabupaten Kepahiang hampir sudah merata, termasuk lokasi pelosok,” tambahnya.
Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, kebutuhan listrik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Tak hanya itu, keberadaan listrik juga menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu contoh nyata dapat dilihat di kawasan Liku Sembilan, jalur strategis di Jalan Lintas Kepahiang – Bengkulu Tengah yang masuk wilayah Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung. Kawasan ini dikenal ramai, baik oleh pengendara yang singgah maupun wisatawan yang datang menikmati panorama.
Namun di balik ramainya aktivitas, para pelaku UMKM di lokasi tersebut masih dihadapkan pada persoalan klasik: keterbatasan listrik.
Minimnya penerangan membuat jam operasional warung menjadi terbatas. Tak hanya itu, penggunaan perangkat pendukung usaha seperti lemari es juga belum maksimal, sehingga berdampak langsung pada potensi penjualan.
Kondisi ini tentu menjadi ironi, mengingat kawasan tersebut telah berkembang dengan penambahan penduduk dan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan.
Rencana pengadaan tiang listrik pun disambut sebagai angin segar bagi pelaku usaha di Liku Sembilan. Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah Desa Tanjung Heran termasuk dalam daftar lokasi yang diajukan.
Jika terealisasi, bukan hanya sekadar penerangan yang hadir, namun juga harapan baru bagi geliat ekonomi masyarakat yang selama ini tertahan oleh keterbatasan energi.(mat)













