SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kepedulian nyata ditunjukkan Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.Ik, MH yang menyambangi langsung kediaman Anggi, korban sengatan listrik akibat bencana alam yang terjadi tahun lalu, Rabu (22/4/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk empati sekaligus upaya mencari solusi atas kondisi yang dialami korban hingga kini.
Diketahui, peristiwa naas itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Kepahiang hingga menyebabkan tanah longsor. Akibatnya, tiang listrik menjadi miring dan kabel menjuntai ke badan jalan.
Saat itu, Anggi bersama rekannya tengah melintas menggunakan sepeda motor. Tanpa menyadari bahaya, keduanya tersambar kabel listrik yang melintang di tengah jalan. Insiden tersebut membuat Anggi mengalami luka bakar serius, sementara sepeda motor yang dikendarainya hangus terbakar di lokasi kejadian.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Kepahiang dalam kondisi kritis. Namun hingga kini, dampak dari kejadian tersebut masih dirasakan. Dari pantauan di lokasi, luka bakar parah masih terlihat di bagian dada dan kaki korban. Bahkan, salah satu kaki Anggi terpaksa diamputasi akibat cedera yang cukup serius.
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Kapolres Kepahiang tak tinggal diam. Ia bersama jajaran langsung berdiskusi dengan korban dan keluarga guna mencari solusi keberlangsungan hidup Anggi, yang diketahui merupakan tulang punggung keluarga.
“Ya kita cari solusi bagaimana untuk membantu korban. Tadi kita sudah diskusi untuk beberapa kemungkinan usaha seperti peternakan yang dapat ditekuni Anggi untuk melanjutkan hidup,” ujar Kapolres.

Dari hasil pembahasan, usaha peternakan ayam maupun bebek menjadi salah satu opsi yang dinilai paling memungkinkan untuk dijalankan oleh Anggi ke depan.
Tak hanya itu, dalam kunjungan tersebut Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa bahan pangan seperti beras serta parcel sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari korban.
Langkah cepat dan kepedulian ini menjadi secercah harapan bagi Anggi untuk kembali bangkit, meski harus menjalani hidup dengan keterbatasan akibat musibah yang dialaminya.(mat)













