Rehab Kantor PLN Kepahiang Disorot, Proyek Ratusan Juta Tanpa Papan Informasi

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Rehabilitasi besar-besaran Kantor PLN ULP Rayon Kabupaten Kepahiang menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang ditaksir menelan anggaran ratusan juta rupiah itu diduga tidak dilengkapi papan informasi kegiatan.

Kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Kabupaten Kepahiang saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi menyeluruh. Dampak dari pekerjaan tersebut, layanan sementara dipindahkan ke ruko dua pintu yang beralamat di Jalan Pasar Tengah, Kecamatan Kepahiang.

Namun di balik proses pembangunan tersebut, muncul pertanyaan publik terkait transparansi proyek. Di lokasi pekerjaan, tidak tampak adanya papan merk atau papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan infrastruktur pemerintah maupun BUMN.

Padahal, pemasangan papan informasi proyek merupakan kewajiban sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengatur bahwa masyarakat berhak mengetahui informasi terkait penggunaan anggaran negara.

Dalam praktiknya, papan merk proyek seharusnya memuat sejumlah informasi penting seperti nama kegiatan, lokasi pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran hingga jangka waktu pelaksanaan. Ketidakhadiran papan tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Manager PT PLN Rayon ULP Kepahiang, Kevin Prayoga, membenarkan adanya kegiatan rehabilitasi berat pada kantor tersebut.

Namun demikian, Kevin mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait pelaksanaan proyek, termasuk pihak ketiga yang mengerjakan maupun keberadaan papan informasi proyek.

“Untuk pelaksana maupun papan merk, kami tidak mengetahui. Karena ini kegiatan dari pusat,” singkat Kevin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama proses rehabilitasi berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal meski dengan keterbatasan fasilitas.

“Untuk sementara kami menyewa ruko di Jalan Pasar Tengah. Diperkirakan sampai pekerjaan selesai tahun ini. Meski kondisi terbatas, pelayanan tetap kami utamakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai nilai pasti anggaran serta pelaksana proyek rehabilitasi kantor PLN ULP Kepahiang tersebut.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *