SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Pengungkapan kasus dugaan penggelapan uang mertua di Kabupaten Kepahiang kian menyita perhatian publik. Fakta demi fakta baru bermunculan, mulai dari dugaan perselingkuhan hingga penggunaan uang miliaran rupiah untuk foya-foya di club malam.
Tersangka SF alias A disebut-sebut mendadak hidup bak “sultan” di sejumlah club malam ternama di Bali. Dengan gaya hidup mewah, ia kerap menjejerkan minuman berkelas, dikelilingi wanita penghibur, hingga menghamburkan uang dalam jumlah fantastis.
Mirisnya, uang yang digunakan untuk bersenang-senang tersebut merupakan hasil penjualan kopi milik mertuanya sendiri. Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan modus nota fiktif untuk mengelabui korban, yang tak lain adalah ayah mertuanya.
Aksi tersangka pun semakin mencoreng kepercayaan keluarga. Bahkan, dalam sebuah foto yang beredar dan diunggah pihak keluarga korban, terlihat tersangka bersama rekan-rekannya tengah menikmati hasil dugaan penggelapan tersebut.
Pengakuan mengejutkan ini juga dibenarkan langsung oleh tersangka saat diperiksa penyidik Satreskrim Polres Kepahiang. Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama, S.Trk, S.Ik mengungkapkan bahwa aliran dana hasil penggelapan tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Digunakan untuk membeli barang mewah seperti sepatu, handphone, tas dan lainnya. Termasuk juga untuk wanita simpanan dan dihabiskan di club malam,” ungkap Kasat.
Jumlah kerugian yang ditimbulkan pun terbilang fantastis, mencapai Rp4,7 miliar. Ironisnya, tersangka baru dipercaya mengelola bisnis keluarga dalam waktu yang relatif singkat.
Menurut keterangan pihak keluarga, tersangka mulai mengendalikan usaha tersebut sejak Oktober 2025. Namun hanya dalam kurun waktu sekitar enam bulan, tersangka diduga telah melakukan sembilan kali transaksi penggelapan dengan total mencapai miliaran rupiah.
“Baru sejak Oktober diberi kepercayaan untuk menjalankan bisnis agar berkembang,” ujar Neni, perwakilan keluarga korban.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Penyidik terus mendalami aliran dana serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam pusaran kasus yang menghebohkan masyarakat Kepahiang ini.













