Sosok Penghamil Sopiah Disorot, Desakan Keras Menggema di Polres

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kasus kematian tragis Sopiah (22) yang ditemukan tewas tidak wajar di tepi jurang Liku 9 jalan lintas Kepahiang–Bengkulu terus menuai sorotan tajam. Selasa (7/4/2026)

Polres Kepahiang menggelar audiensi bersama Aliansi Peduli Sopiah yang datang membawa sejumlah tuntutan serius.

Belasan warga yang tergabung dalam aliansi, didominasi masyarakat dari Kabupaten Musi Rawas, menyuarakan keresahan mereka. Tak hanya mendesak pengungkapan penyebab kematian korban, mereka juga menuntut aparat kepolisian segera membuka tabir siapa sosok ayah dari janin yang dikandung Sopiah.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Isu yang beredar di tengah masyarakat terkait siapa yang menghamili korban disebut-sebut sudah diketahui oleh sejumlah pihak. Kondisi ini dikhawatirkan memicu konflik sosial di lingkungan tempat tinggal korban, bahkan berpotensi memecah belah masyarakat desa.

“Kami juga meminta agar segera mengungkap siapa yang diduga menghamili korban. Ini penting, mengingat penanganan hukum terhadap perempuan dan anak harus cepat dan tepat,” tegas Ahmad Tarsusi, Penanggung Jawab Koordinasi Aliansi Peduli Sopiah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama, S.Trk, S.Ik memastikan bahwa pihaknya tetap bekerja profesional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Ia menjelaskan, dalam proses pengungkapan kasus, tim penyidik bersama forensik tengah melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Sampai saat ini, penyidikan masih terus berjalan dan dilakukan pendalaman. Dari hasil autopsi forensik nanti akan diketahui penyebab kematian korban, apakah karena kekerasan atau faktor lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah mengambil langkah penting terkait dugaan kehamilan korban. Sejumlah sampel DNA dari saksi telah dikumpulkan guna mengidentifikasi siapa pria yang menghamili Sopiah.

“Terkait siapa yang menghamili korban, sampel DNA sudah kita ambil. Mohon waktu, karena proses ini membutuhkan ketelitian, apalagi jarak lokasi juga cukup jauh,” tambahnya.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *