SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Penyakit menular seksual jenis gonore atau yang lebih dikenal sebagai kencing nanah mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan di Kabupaten Kepahiang. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini.
Selama ini, masyarakat cenderung hanya mengenal penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS dan sifilis. Namun, gonore disebut tak kalah berbahaya jika tidak segera ditangani. Penyakit ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil serta keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, dr. Tajri, mengungkapkan bahwa jumlah penderita gonore di daerah tersebut mulai meningkat dan perlu mendapat perhatian serius. Bahkan, perbandingan kasusnya disebut mencapai 1 banding 10 dari jumlah penderita HIV.
“Di Kepahiang sudah banyak yang mengidap, akibatnya karena pergaulan bebas,” ujar Tajri, Senin (7/4/2026).
Diketahui, saat ini jumlah penderita HIV di Kabupaten Kepahiang telah mencapai sekitar 20 orang. Artinya, potensi penyebaran gonore juga tidak bisa dianggap sepele, terutama karena pola penularannya yang serupa, yakni melalui hubungan seksual berisiko.
Lebih memprihatinkan lagi, penyakit ini disebut telah menjangkiti kalangan remaja, termasuk pelajar tingkat SMP dan SMA, selain juga orang dewasa. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan pengawasan.
Meski demikian, Tajri menjelaskan bahwa gonore masih tergolong lebih ringan dibandingkan HIV. Namun, jika dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Pergaulan bebas ya harus distop, pengawasan orang tua juga perlu diperhatikan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak ragu untuk berkonsultasi jika mengalami gejala atau keluhan terkait kesehatan reproduksi.
“Biasanya itu akibat seks bebas. Kalau sudah kena, jangan ragu untuk konsultasi supaya bisa diobati,” tambah Tajri.(mat)













