Petani Tahan Kopi, Pengefull Kepahiang Terpaksa Ambil Risiko

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kabupaten Kepahiang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Bengkulu memang tidak pernah lepas dari gejolak naik turunnya harga kopi. Fluktuasi harga yang terus terjadi setiap musim panen membuat para petani hingga pengefull harus berjibaku menghadapi ketidakpastian pasar.

Hingga Kamis 28 Mei 2026, harga kopi di tingkat pengefull berada di angka Rp47 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram, tergantung kualitas biji kopi yang dijual petani.

Meski masih tergolong cukup tinggi, harga tersebut dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat para pengefull mulai kewalahan menghadapi perubahan harga yang terus bergerak.

Salah satu pengefull kopi di Desa Wetskus, Rivaldi atau yang akrab disapa Ipong mengatakan, dalam beberapa hari terakhir harga kopi masih tergolong stabil di angka tersebut.

“Stabil beberapa hari ini, Rp47 ribu sampai Rp48 ribu untuk harga yang kami ambil,” ujar Ipong.

Namun tantangan terbesar justru muncul saat harga mulai tidak stabil. Banyak petani memilih menahan hasil panennya dan enggan menjual kopi dengan harapan harga kembali naik.

Menurut Ipong, kondisi itu menjadi persoalan umum di kalangan pengefull. Sebab ketika petani menahan stok kopi, otomatis perputaran jual beli ikut melambat.

“Kendalanya itu jika harga sedang turun, para petani tidak mau jual,” katanya.

Situasi tersebut membuat para pengefull harus bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan kopi dari petani. Bahkan tidak jarang mereka terpaksa mengambil risiko dengan menawarkan harga lebih tinggi dibanding pengefull lainnya.

“Ambil risiko, menawarkan harga yang lebih besar dari pengefull lainnya, itu salah satu solusi,” lanjutnya.

Sebagai pengefull yang sudah memahami pola naik turunnya harga kopi, Ipong juga menyarankan agar petani tidak terlalu lama menahan hasil panen mereka. Sebab peluang harga kembali turun sewaktu-waktu tetap terbuka.

“Lebih baik langsung dijual dengan harga hari itu, besok belum tahu harga akan bertahan atau semakin menurun,” tutupnya.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *