MBG Makan Korban di Kepahiang, Orang Tua Mulai Kehilangan Kepercayaan

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kasus dugaan keracunan makanan yang menyerang belasan murid sekolah dasar di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pasca mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Sedikitnya 16 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, terdiri dari 14 murid SD, satu guru, dan satu penjaga sekolah, setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG, Kamis (4/6/2026).

Para korban dilaporkan mengalami berbagai gejala seperti sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal hingga muntah-muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Peristiwa ini pun memicu kekhawatiran para orang tua. Sejumlah wali murid mulai menyuarakan keengganan mereka untuk kembali mengizinkan anak-anak mengonsumsi makanan dari program tersebut sebelum penyebab pasti kejadian terungkap.

Salah satu korban, Keyla, siswi kelas III SD Negeri 18 Taba Tebelet, mengaku mengalami reaksi tidak lama setelah menyantap salah satu menu MBG.

Menurut Keyla, dirinya sempat mengonsumsi pergedel yang disajikan dalam paket makanan tersebut. Tidak lama kemudian, tubuhnya mulai terasa gatal dan disusul muntah.

“Tadi makan pergedel, udah itu gatal-gatal, udah itu muntah,” ujar Keyla saat ditemui.

Kondisi yang dialami anaknya membuat Radius, orang tua Keyla, mengaku trauma dan khawatir kejadian serupa kembali terulang.

Ia bahkan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara anaknya mengikuti program makan gratis yang diselenggarakan pemerintah tersebut.

“Mungkin kita stop dulu untuk anak makan MBG, takut,” kata Radius.

Kekhawatiran serupa juga mulai bermunculan di tengah masyarakat setelah jumlah korban terus bertambah. Banyak orang tua berharap pemerintah segera mengungkap penyebab pasti insiden tersebut dan memastikan keamanan makanan yang disajikan kepada para siswa.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *