Home › Bengkulu › Cetak Regenerasi Insan Pers, SDN 09 Kepahiang Kembangkan Program Jurnalis Cilik

Cetak Regenerasi Insan Pers, SDN 09 Kepahiang Kembangkan Program Jurnalis Cilik

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Terobosan dunia pendidikan di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, patut diacungi jempol. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, SDN 09 Kepahiang justru mengambil langkah berbeda dengan menghadirkan program jurnalis cilik bagi para siswanya.

 

Tak sekadar menjadi kegiatan belajar di dalam kelas, program ini memberikan kesempatan kepada siswa sekolah dasar untuk mengenal langsung dunia jurnalistik. Bahkan, para jurnalis cilik tersebut sudah mulai diterjunkan ke lapangan untuk meliput berbagai kegiatan.

 

Program ini disebut menjadi satu-satunya program jurnalis cilik di tingkat sekolah dasar di Provinsi Bengkulu. Sebuah terobosan yang diharapkan mampu melahirkan generasi penerus insan pers di masa mendatang.

 

Kepala SDN 09 Kepahiang, Rusti Erna, S.Pd.SD, mengatakan program jurnalis cilik tersebut telah berjalan sekitar dua tahun. Selama itu pula, para siswa mulai dibiasakan mengenal aktivitas jurnalistik, termasuk melakukan wawancara dengan sejumlah pihak.

 

“Mereka sering dilibatkan dalam kegiatan sekolah, bahkan dinas juga. Mereka sudah terbiasa bertemu dengan pejabat untuk wawancara,” ujar Erna, 12 Oktober 2026.

 

Menurut Erna, pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi salah satu cara untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa.

 

Tak berhenti sampai di situ, pihak sekolah juga berencana menjadikan program jurnalis cilik sebagai kegiatan ekstrakurikuler resmi.

 

“Ini sudah kisaran dua tahun berjalan. Ke depannya program ini akan benar-benar diresmikan menjadi ekstrakurikuler,” lanjut Erna.

 

Hingga saat ini, tercatat ada 11 siswa yang tergabung dalam program jurnalis cilik SDN 09 Kepahiang. Salah satunya Khairunnisa Salsabilah Andesta, yang akrab disapa Keysa.

 

Siswi kelas VI tersebut dikenal cukup telaten dalam mengikuti kegiatan jurnalistik. Keysa tidak hanya terlibat dalam kegiatan di lingkungan sekolah, tetapi juga pernah mengikuti sejumlah agenda yang diselenggarakan instansi di Kabupaten Kepahiang.

 

Salah satunya, kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Kepahiang beberapa waktu lalu.

 

Ketertarikan Keysa terhadap dunia jurnalistik ternyata sudah tumbuh sejak awal dirinya duduk di bangku sekolah dasar. Minat tersebut juga mendapat dorongan dari lingkungan keluarga, mengingat ayahnya merupakan seorang wartawan profesional.

 

Bagi Keysa, menjadi jurnalis cilik merupakan kesempatan berharga untuk mempelajari profesi wartawan sekaligus mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh siswa seusianya.

 

“Menjadi jurnalis cilik ini merupakan langkah awal untuk mempelajari pekerjaan jurnalis. Meski belum sepenuhnya memahami, tapi jurnalis cilik sudah membawa saya untuk berjumpa dengan orang penting yang mungkin belum bisa dilakukan siswa lainnya,” jelas Keysa.

 

Dalam menjalankan program tersebut, pihak sekolah turut melibatkan guru sebagai pembimbing bagi siswa-siswi yang memiliki minat terhadap dunia jurnalistik.

 

Salah satu guru pembina jurnalis cilik yakni Rahmat, Rahmat juga sampaikan bahwa kehadiran program Jurnalis cilik ini dapat menjadi wadah untuk sekolah dapat lebih terekspose.

“Minat siswa ini patut dapat apresiasi, ini menjadikan sekolah dapat lebih terekspose. Sistemnya pun kami terus berkembang dan belajar,” kata Rahmat.

 

Tak hanya mengandalkan tenaga pendidik, SDN 09 Kepahiang juga menggandeng wartawan profesional untuk memberikan pendampingan kepada para jurnalis cilik. Salah satunya Hendika, General Manager (GM) salah satu media lokal di Kabupaten Kepahiang.

 

Keterlibatan wartawan profesional ini diharapkan dapat membantu para siswa memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari menggali informasi, menyusun pertanyaan, melakukan wawancara hingga mengenal proses penyajian berita.

 

Kehadiran program ini menjadi langkah menarik di dunia pendidikan Kepahiang. Sebab, jurnalistik tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis, tetapi juga melatih keberanian, ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis.

 

Dengan program yang terus dikembangkan, SDN 09 Kepahiang berharap para siswa dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang bermanfaat sejak dini.

 

Bukan tidak mungkin, dari 11 jurnalis cilik tersebut kelak lahir wartawan-wartawan profesional yang mampu berkiprah di tingkat daerah maupun nasional.

 

Sebuah langkah kecil dari bangku sekolah dasar, tetapi berpotensi menjadi awal lahirnya generasi baru insan pers Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *