SEMARAKPOST | Lifestyl – Jangan buru-buru menganggap foto dengan warna pudar, tampilan grainy dan gaya busana lawas sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman.
Justru sebaliknya. Tren foto bergaya jadul alias retro kini kembali ramai menghiasi media sosial. Generasi digital mulai berlomba menghadirkan suasana era 1980-an hingga 1990-an dalam jepretan mereka.
Mulai dari pakaian retro, warna kecokelatan, efek kamera film hingga latar suasana tempo dulu, semuanya dikemas untuk menghadirkan nuansa nostalgia.
Foto yang dibuat pun sengaja tidak terlalu “sempurna”. Efek grain, cahaya yang sedikit redup, warna pudar hingga tekstur seperti hasil cetakan kamera analog menjadi bagian dari daya tariknya.
Bukan sekadar soal gaya berpakaian, konsep pengambilan gambar juga dibuat seolah-olah diambil menggunakan kamera film puluhan tahun silam.
Menariknya, tren ini justru banyak digandrungi kalangan muda yang mungkin tidak mengalami langsung kehidupan di era 80-an maupun 90-an.
Teknologi digital menjadi jembatan untuk menghadirkan kembali suasana masa lalu. Foto modern diolah dengan sentuhan efek retro hingga menghasilkan visual yang terasa seperti berasal dari album keluarga zaman dahulu.
Tak sedikit pula pengguna media sosial yang mengabadikan momen bersama pasangan, keluarga maupun sahabat dengan konsep tersebut.
Pose sederhana, pakaian klasik dan latar yang dibuat menyerupai suasana tempo dulu justru mampu menghasilkan foto yang unik dan memiliki karakter tersendiri.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa tren lama tidak selalu benar-benar hilang. Gaya yang pernah populer puluhan tahun lalu bisa kembali digemari ketika dikemas dengan kreativitas dan teknologi masa kini.
Bagi sebagian orang, foto jadul mungkin mengingatkan pada masa kecil, album keluarga atau suasana kehidupan yang lebih sederhana.
Namun bagi generasi muda, gaya tersebut menjadi sesuatu yang baru, unik dan estetik.
Jadul bukan berarti ketinggalan zaman. Di era digital, semakin retro justru semakin menarik.
