Sumber Sari Sembelih 17 Hewan Kurban, Warga Bergotong Royong Bagikan Daging ke Masyarakat

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.

Pemerintah Desa Sumber Sari bersama masyarakat melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di lingkungan desa, dengan total sebanyak 17 ekor hewan kurban yang terdiri dari 5 ekor sapi dan 12 ekor kambing.

Kepala Desa Sumber Sari, Shumino, mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh masyarakat yang bergotong royong sejak proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.

“Alhamdulillah tahun ini warga Desa Sumber Sari kembali diberikan rezeki sehingga dapat melaksanakan ibadah kurban. Total ada 5 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang disembelih untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujar Shumino.

Menurutnya, pelaksanaan kurban bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, namun juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga.

Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias mengikuti proses penyembelihan hewan kurban. Sejumlah warga secara sukarela membantu proses pemotongan, penimbangan hingga pengemasan daging sebelum dibagikan kepada warga.

Shumino berharap semangat berbagi dan gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan kurban dapat terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat Desa Sumber Sari.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan semangat saling membantu dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat Desa Sumber Sari, terutama keluarga yang membutuhkan, sehingga manfaat ibadah kurban dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Desa Sumber Sari pun berlangsung tertib, aman dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.(nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *