Digilas Online Shop, Puluhan Kios Pasar Kepahiang Gulung Tikar

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Denyut ekonomi di pasar tradisional Kabupaten Kepahiang kian melemah. Lapak-lapak yang dulu riuh oleh aktivitas jual beli, kini tampak lengang. Sejumlah kios dan los bahkan terpaksa ditutup lantaran sepi pembeli dan anjloknya omzet pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kepahiang, Herman Zamhari, MP, mengungkapkan bahwa fenomena ini bukan isapan jempol semata. Puluhan kios dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi karena pedagang tidak mampu bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

“Puluhan kios dan los sudah tutup. Omzet pedagang turun drastis, sehingga mereka memilih berhenti berjualan,” ungkap Herman.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memicu kondisi ini adalah maraknya aktivitas jual beli melalui platform online. Kehadiran online shop dinilai telah menggeser kebiasaan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada pasar tradisional.

“Indikasi terjadinya kios dan los kosong karena banyaknya jualan online. Ini jadi salah satu pemicu utama,” jelasnya.

Fenomena ini, lanjut Herman, tidak hanya terjadi di Kepahiang, namun juga melanda berbagai daerah lain. Perubahan perilaku konsumen di era digital membuat pasar konvensional kian tergerus, jika tidak mampu beradaptasi.

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Upaya pembenahan dan inovasi terus didorong agar para pedagang mampu bertahan di tengah gempuran digitalisasi.

“Kita mengajak para pedagang untuk mengikuti perkembangan zaman. Bagaimana mereka bisa ikut berdagang secara online. Tahun lalu sudah mulai kita dorong, agar pedagang bisa berinovasi dan memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan ekonomi kreatif,” paparnya.

Herman menegaskan, perkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Oleh karena itu, para pedagang diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut, bukan justru tertinggal.

“Pengetahuan ini harus dimanfaatkan. Kita tidak bisa membatasi pedagang online yang sudah menjamur. Jadi, pedagang pasar harus mulai beradaptasi agar tetap bertahan,” pungkasnya.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *