HomeBengkulu › Pelajar 16 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Hijau, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Pelajar 16 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Hijau, Polisi Dalami Penyebab Kematian

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Misteri hilangnya Rehan (16), pelajar asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, akhirnya terjawab. Rehan ditemukan tim evakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kawasan Telaga Hijau, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Korban sebelumnya diduga tenggelam di kawasan danau tersebut. Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dengan mengelilingi kawasan Telaga Hijau.

Dalam proses penyisiran itu, keberadaan Rehan akhirnya ditemukan muncul ke permukaan air.

Saat ditemukan, Rehan masih mengenakan pakaian terakhir yang digunakannya sebelum dinyatakan hilang, yakni baju berwarna merah.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, S.Trk., S.I.K., membenarkan penemuan tersebut.

“Sudah ditemukan tadi atas bantuan BPBD dan Basarnas, keadaan sudah meninggal dunia,” kata Bintang.

Usai ditemukan, jasad Rehan langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kepahiang untuk menjalani pemeriksaan visum.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kematian pelajar berusia 16 tahun tersebut.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Rehan rencananya akan menjalani autopsi di RSUD Bhayangkara Bengkulu.

Sebelumnya, Rehan diketahui hilang sejak Sabtu (12/9/2026) malam. Sebelum keberadaannya tak lagi diketahui, Rehan disebut masih bersama tiga orang rekan sebayanya.

Kabar hilangnya Rehan sontak membuat keluarga dan warga bergerak melakukan pencarian. Sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban langsung disisir.

Namun hingga Minggu pagi, keberadaan Rehan belum juga ditemukan.

Pencarian yang awalnya dilakukan secara swadaya oleh keluarga dan masyarakat kemudian melibatkan kekuatan lebih besar. TNI/Polri, BPBD Kabupaten Kepahiang hingga Basarnas turun langsung melakukan penyisiran.

Dalam proses pencarian, sebuah pondok menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Pondok tersebut diduga menjadi lokasi terakhir Rehan bersama tiga rekannya berkumpul sebelum korban dinyatakan hilang.

Minggu pagi, jajaran Unit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang terlihat mendatangi lokasi pondok tersebut.

Kedatangan polisi sontak menarik perhatian warga. Terlebih, dalam proses tersebut polisi turut membawa dua orang pemuda yang disebut merupakan rekan Rehan.

Keduanya diduga merupakan orang yang masih bersama Rehan sebelum pelajar tersebut akhirnya dinyatakan hilang.

Kehadiran dua rekan Rehan bersama polisi di lokasi pondok pun semakin menambah misteri di balik hilangnya pelajar tersebut.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti keterangan yang diberikan kedua pemuda itu kepada polisi.

Begitu juga dengan status maupun keterlibatan keduanya dalam peristiwa hilangnya Rehan. Hingga kini, belum ada kesimpulan dari pihak kepolisian mengenai hal tersebut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian dan aktivitas terakhir Rehan sebelum dinyatakan hilang.

Pencarian Meluas ke Telaga Hijau

Seiring belum ditemukannya korban di sejumlah lokasi daratan, pencarian kemudian diperluas ke kawasan perairan.

BPBD Kabupaten Kepahiang bersama tim gabungan melakukan penyisiran di kawasan danau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Telaga Hijau.

Kepala BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, ST, mengatakan pencarian terhadap Rehan telah dilakukan sejak Sabtu malam selepas Salat Isya.

“Sejak tadi malam kami sudah melakukan pencarian di darat, sejumlah titik sudah kami sisir namun korban masih belum ditemukan. Selanjutnya kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan penyisiran di air, khususnya di Telaga Hijau ini,” ujar Hendra.

Penyisiran di Telaga Hijau dilakukan setelah pencarian di sejumlah titik daratan belum membuahkan hasil.

Tim gabungan kemudian harus bekerja ekstra dengan menyisir kawasan perairan menggunakan peralatan pencarian dan pertolongan.

Hingga Minggu siang, kawasan Telaga Hijau masih dipadati warga. Sebagian ikut membantu proses pencarian, sementara lainnya memilih menunggu dari kejauhan, berharap Rehan segera ditemukan.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 15.50 WIB, pencarian tersebut membuahkan hasil. Namun kabar yang datang bukanlah kabar yang diharapkan keluarga. Rehan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian pelajar tersebut.

Di sisi lain, rangkaian aktivitas terakhir Rehan sebelum hilang masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *