SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Realitas pahit layanan kesehatan kembali mencuat. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang akhirnya mengakui kebutuhan mendesak akan keberadaan bank darah sebagai penopang utama pelayanan medis, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi secara cepat dan rutin.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kepahiang, dr. Burhan Hadi, pada Jumat (April 2026) menegaskan bahwa selama ini masyarakat masih menghadapi kesulitan besar saat membutuhkan darah. Kondisi tersebut dinilai tak lagi bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Selama ini kita akui, saat ada masyarakat yang membutuhkan transfusi darah sangat kesulitan. Itulah mengapa ketersediaan bank darah ini sangatlah penting untuk mencukupi kebutuhan darah,” tegas Burhan.
Secara ideal, bank darah berfungsi sebagai unit layanan medis yang mengelola seluruh proses, mulai dari pengumpulan, pengujian, penyimpanan hingga pendistribusian darah beserta komponennya. Namun, fasilitas vital ini justru belum dimiliki RSUD Kepahiang.
Akibatnya, beban berat harus ditanggung pasien dan keluarga. Mereka dipaksa mencari pendonor secara mandiri, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun.
Burhan mengungkapkan, pasien dengan penyakit kronis seperti Thalassemia menjadi kelompok paling terdampak. Pasien thalasemia membutuhkan transfusi darah rutin, bahkan bisa setiap dua minggu sekali.
“Pasien yang membutuhkan darah terpaksa mencari pendonor sendiri. Kalau ada bank darah, kebutuhan itu bisa cepat diatasi. Masyarakat tidak lagi hilir mudik mencari pendonor,” jelasnya.
Ketiadaan bank darah ini tak hanya menyulitkan, tetapi juga berpotensi memperlambat penanganan medis. Dalam situasi kritis, waktu menjadi faktor penentu keselamatan pasien.
Selama ini, RSUD Kepahiang hanya mengandalkan daftar relawan pendonor yang siap dihubungi saat dibutuhkan. Namun sistem tersebut dinilai belum cukup efektif untuk menjawab kebutuhan yang sifatnya mendesak dan berkelanjutan.
Dorongan untuk menghadirkan bank darah kini menjadi harapan besar masyarakat. Sebab, di balik setiap tetes darah, ada nyawa yang menunggu untuk diselamatkan.(mat)













