SEMARAKPOST.COM, KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Sebanyak 37 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Kepahiang dijadwalkan menggelar pesta demokrasi tingkat desa tersebut pada 9 November 2026 mendatang.
Menariknya, untuk memastikan proses Pilkades berlangsung transparan dan dapat dipantau masyarakat secara luas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepahiang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menghadirkan aplikasi Quick Count atau hitung cepat hasil Pilkades.
Kepala Dinas Kominfo Kepahiang, Kushadi Cahyadi, S.IP mengungkapkan, aplikasi Quick Count tersebut telah disiapkan melalui Bidang E-Government. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan terhadap admin yang nantinya bertugas menginput hasil perolehan suara dari masing-masing desa.
“Kita sudah melatih para admin yang akan menginput hasil Pilkades ke aplikasi Quick Count kita dan kesiapannya sudah 95 persen,” ungkap Kushadi, Selasa (3/11/2026).
Dijelaskan Kushadi, masyarakat Kepahiang saat ini sudah dapat mengakses platform digital tersebut melalui tautan resmi pemerintah daerah di Pilkades.kepahiangkab.go.id.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melihat informasi seputar pelaksanaan Pilkades, mulai dari nama-nama kandidat calon kepala desa, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga daftar desa yang mengikuti Pilkades Serentak 2026.
“Kita ingin masyarakat bisa mendapatkan informasi secara terbuka. Pada tautan tersebut sudah mencakup nama kandidat calon kades, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga daftar desa yang melaksanakan Pilkades,” tambahnya.
Kehadiran aplikasi Quick Count ini diharapkan menjadi terobosan digital dalam mendukung transparansi pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Kepahiang.
Selain memudahkan masyarakat memantau perkembangan perolehan suara tanpa harus datang langsung ke lokasi penghitungan, sistem tersebut juga diharapkan menjadi sarana kontrol publik untuk meminimalisir potensi kecurangan serta menangkal informasi bohong atau hoaks selama tahapan Pilkades berlangsung.
Dengan kesiapan aplikasi yang telah mencapai 95 persen, Pemkab Kepahiang berharap pelaksanaan Pilkades Serentak di 37 desa dapat berjalan lancar, transparan, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.
