KEPAHIANG, SEMARAKPOST.COM – Warga Desa Embong Ijuk, Kabupaten Kepahiang, mendadak dibuat resah. Puluhan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat ditemukan dalam kondisi mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut terlihat pada sejumlah bagian bangunan makam hingga nisan. Beberapa makam tampak porak-poranda dan tidak lagi dalam kondisi seperti biasanya.
Temuan ini sontak memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Terlebih, TPU tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir sanak keluarga warga setempat.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan kerusakan tersebut mulai terjadi. Penyebabnya pun masih menjadi misteri.
Warga masih mempertanyakan apakah kerusakan itu terjadi akibat faktor alam, bangunan makam yang sudah termakan usia, atau justru terdapat unsur kesengajaan.
Salah seorang warga Desa Embong Ijuk, Jonatan, mengaku prihatin melihat kondisi sejumlah makam yang mengalami kerusakan tersebut.
Menurutnya, perlu ada penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kerusakan sehingga keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi spekulasi.
“Yang jelas kami melihat ada banyak makam yang kondisinya rusak. Kami juga belum tahu penyebabnya dan siapa yang melakukan kalau memang ini akibat ulah seseorang,” ujar Jonatan kepada radarkepahiang.id, Senin (21/9/2026).
Warga berharap Pemerintah Desa (Pemdes) Embong Ijuk segera turun langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi TPU.
Pengecekan dinilai penting untuk mengetahui jumlah pasti makam yang mengalami kerusakan sekaligus memastikan pola kerusakan yang terjadi.
Apabila nantinya ditemukan adanya indikasi kerusakan yang tidak wajar atau dugaan pengerusakan oleh manusia, warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun demikian, masyarakat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang terburu-buru menuding atau menuduh seseorang sebelum penyebab dan fakta di lapangan benar-benar terungkap.
Jika kerusakan ternyata disebabkan faktor alam maupun kondisi bangunan yang sudah lapuk, warga berharap pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka.
Sebaliknya, jika ditemukan unsur kesengajaan, warga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa dan apa motif di balik rusaknya puluhan makam tersebut.
