Heboh Pocong Turunkan Sekring di Kepahiang, Polisi Turun Tangan Selidiki

Penulis: Rahmat

Editor: Rahmat

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Masyarakat Kabupaten Kepahiang belakangan dihebohkan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan aksi teror dengan modus menurunkan sekring listrik rumah warga pada malam hari.

Informasi yang viral tersebut bahkan menyebut pelaku diduga menyamar sebagai pocong dan membawa senjata tajam (sajam) untuk melakukan aksi pembegalan terhadap pemilik rumah yang keluar untuk menaikkan sekring.

Kabar tersebut pertama kali beredar melalui unggahan di media sosial dan menyebutkan peristiwa itu terjadi di Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang, serta menimpa seorang warga bernama Lia.

Dalam narasi yang beredar, sekring listrik di rumah korban tiba-tiba turun sekitar pukul 02.00 WIB. Karena sebelumnya sudah beredar isu mengenai modus begal berkedok pocong, korban bersama keluarganya memilih tidak keluar rumah dan membiarkan kondisi rumah gelap hingga pagi hari.

Bahkan, dalam unggahan itu disebutkan apabila pemilik rumah keluar untuk menaikkan sekring, maka pelaku yang menyamar sebagai pocong sudah menunggu di depan rumah sambil mengacungkan senjata tajam.

Kabar tersebut sontak membuat resah masyarakat. Tidak sedikit warga yang mulai meningkatkan kewaspadaan dan khawatir apabila modus serupa benar-benar terjadi di Kabupaten Kepahiang.

Menanggapi informasi yang berkembang, jajaran Polsek Kepahiang langsung bergerak cepat melakukan penelusuran dan pendalaman terkait kebenaran kabar tersebut.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Kepahiang Iptu Tulus Wibowo, SH menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran sementara, akun media sosial yang mengunggah informasi tersebut atas nama Ethy Guant Gizel diketahui merupakan warga Desa Sukamerindu.

Sementara, informasi mengenai dugaan teror pocong itu berasal dari Ibu Lia, warga Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang.

“Dari hasil konfirmasi kepada Ibu Lia, memang benar ada kejadian sekitar pukul 02.00 WIB. Namun untuk pelakunya belum diketahui apakah itu pocong jadi-jadian atau seperti apa. Saat ini masih dilakukan pendalaman,” jelas Iptu Tulus Wibowo.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kepastian apakah orang yang diduga menurunkan sekring tersebut benar mengenakan kostum pocong atau hanya ulah orang iseng maupun memiliki motif lainnya.

Saat ini, pemerintah desa bersama warga juga tengah melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas mencurigakan pada saat peristiwa berlangsung.

Namun hingga berita ini diturunkan, hasil pengecekan CCTV tersebut masih belum diketahui dan masih dalam proses pemeriksaan.

“Sekarang kami masih menyelidiki kasus ini, apakah memang benar adanya atau tidak,” sambungnya.

Kapolsek Kepahiang mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut beredar luas di media sosial dan berpotensi menimbulkan keresahan.

Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, namun diharapkan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal, warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas maupun pihak kepolisian terdekat.

Hingga kini, Polsek Kepahiang masih terus mendalami informasi terkait dugaan aksi teror penurunan sekring listrik di Desa Permu Bawah. Polisi juga menunggu hasil pengecekan CCTV dan keterangan tambahan dari sejumlah pihak guna memastikan apakah kejadian tersebut merupakan aksi kriminal, ulah orang tidak bertanggung jawab, atau hanya kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi isu di tengah masyarakat.

Namun yang jelas, sampai saat ini belum ada bukti yang mengarah pada adanya modus begal berkedok pocong sebagaimana informasi yang ramai beredar di media sosial. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Exit mobile version