Dinkes Ingatkan Penyakit Mirip Covid-19 Mulai Mengintai Kepahiang

Penulis: Rahmat

Editor: Rahmat

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Kepahiang tak hanya memicu krisis air bersih, namun juga memunculkan ancaman gangguan kesehatan yang patut diwaspadai. Debu yang beterbangan selama musim kemarau disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan gejala yang menyerupai Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, M.Si, mengatakan kondisi cuaca kering membuat debu mudah beterbangan dan berpotensi membawa virus yang menyerang saluran pernapasan. Akibatnya, masyarakat dapat mengalami gejala seperti flu, batuk, hingga demam tinggi.

“Karena kemarau, debu yang membawa virus membuat orang yang menghirupnya dapat terinfeksi pernapasan, seperti flu, batuk, dan demam tinggi. Sebenarnya Covid itu belum benar-benar hilang, ini semacam, ibaratnya mutasinya Covid-19,” ujar Tajri, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh virus pada dasarnya tidak memiliki obat yang dapat membunuh virus secara langsung. Pengobatan hanya dilakukan untuk meredakan gejala atau penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi virus tersebut.

“Tidak ada obatnya virus, tapi dapat dicegah, seperti kebiasaan hidup sehat. Jika ingin diobati maka yang diobati itu penyakitnya, misalnya flunya, batuknya, tapi tidak dengan virusnya,” jelasnya.

Menurut Tajri, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menghindari penyebaran penyakit, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang menyebabkan kualitas udara menurun akibat debu.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang mengimbau masyarakat agar kembali membiasakan pola hidup bersih dan sehat sebagaimana yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga daya tahan tubuh dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko terpapar penyakit saluran pernapasan.

“Kita harus mencegah sebelum terpapar, biasakan hidup yang sehat lagi, pakai masker dan cuci tangan,” pungkas Tajri.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak menganggap remeh gejala flu, batuk, maupun demam yang muncul selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *