SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Dugaan percobaan penculikan terhadap seorang bocah berusia 9 tahun menggegerkan warga Kabupaten Kepahiang. Korban berinisial K nyaris dibawa kabur oleh seorang pria bermasker hingga ke kawasan perkebunan kopi di Kelurahan Padang Lekat. Senin (29/6/2026)
Beruntung, keberanian dan kecerdikan korban membuat aksi pelaku gagal total. Bocah tersebut berhasil melarikan diri saat pelaku meninggalkannya seorang diri di tengah kebun kopi.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban kepada keluarganya, peristiwa bermula ketika ia sedang berkunjung ke rumah kakeknya di Kelurahan Pasar Ujung. Saat itu, seorang pria tak dikenal menghampirinya dan mengaku mengenal sang kakek.
Pelaku kemudian membujuk korban agar ikut bersamanya dengan alasan akan diajak ke rumah pacarnya. Namun karena korban menolak, pelaku diduga mulai bertindak lebih nekat dengan memaksa menarik tubuh korban agar naik ke sepeda motor yang dikendarainya.
Dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya tidak mampu melawan dan mengikuti kemauan pelaku. Bocah tersebut kemudian dibawa menuju arah Kelurahan Padang Lekat hingga masuk ke kawasan perkebunan kopi yang cukup jauh dari permukiman warga.
Di tengah perjalanan, keberuntungan berpihak kepada korban. Sepeda motor yang dikendarai pelaku mengalami pecah ban.
Pelaku kemudian meminta korban menunggu di lokasi perkebunan kopi dengan alasan hendak pergi menambal ban.
Kesempatan itu dimanfaatkan korban untuk menyelamatkan diri. Meski masih berusia 9 tahun, korban mengaku masih mengingat jalur yang sebelumnya dilewati. Ia pun nekat berlari keluar dari perkebunan kopi hingga akhirnya bertemu warga.
Warga yang menemukan korban langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke salah satu rumah warga di Kelurahan Padang Lekat sebelum akhirnya menghubungi pihak keluarga.
“Kata anak saya, dia disuruh ikut pria bermasker ke rumah pacarnya. Sudah diajak ke kebun kopi di Padang Lekat, tapi anak saya berhasil berlari,” ungkap Hendro Hutomo, ayah korban.
Tak lama kemudian, korban berhasil dijemput dan dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Desa Imigrasi Permu, Kecamatan Kepahiang.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar resah. Hingga berita ini ditulis, masyarakat bersama keluarga korban masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian pelaku.
Keluarga korban juga telah mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV dari beberapa lokasi yang diduga sempat dilalui pelaku. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap identitas pria bermasker yang diduga melakukan percobaan penculikan.
