Jelang RUPS, Agus Syabarrudin Tawarkan Solusi Kesejahteraan Karyawan dan Tata Kelola Bank Bengkulu

Penulis: Rahmat

Editor: Rahmat

SEMARAKPOST | BENGKULU – Bursa pemilihan Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu semakin menghangat menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tak hanya soal sosok yang akan memimpin bank daerah tersebut, perhatian kini juga tertuju pada isu kesejahteraan karyawan serta kebutuhan akan tata kelola perusahaan yang lebih kuat dan profesional.

Salah satu kandidat kuat Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Syabarrudin, menyatakan komitmennya untuk memulihkan hak-hak normatif pegawai yang selama ini dinilai mulai terabaikan. Menurutnya, kesejahteraan karyawan merupakan fondasi utama dalam membangun kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

Belakangan, internal Bank Bengkulu diwarnai berbagai isu terkait pemangkasan sejumlah fasilitas kesejahteraan pegawai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi motivasi kerja dan kualitas pelayanan kepada nasabah.

“Kita tidak bisa menuntut pelayanan prima kepada nasabah jika hak dasar karyawan diabaikan. Isu penghapusan hak ini harus segera dihentikan dan dievaluasi total,” tegas Agus Syabarrudin.

Menurut Agus, transformasi bisnis perbankan yang tengah berlangsung tidak akan berjalan optimal tanpa adanya perhatian serius terhadap kebahagiaan dan kepuasan kerja karyawan atau employee well-being.

Jika dipercaya memimpin Bank Bengkulu, Agus telah menyiapkan tiga program prioritas yang akan menjadi fokus pembenahan internal perusahaan.

Program pertama adalah melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas kesejahteraan pegawai yang sebelumnya dipangkas, sekaligus mengembalikan hak-hak yang dinilai belum memiliki alasan penghapusan yang jelas.

Kedua, membangun sistem karier yang lebih transparan melalui penerapan mekanisme reward and punishment berbasis kinerja, sehingga seluruh pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Ketiga, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan yang merata guna menghadapi tantangan industri perbankan digital yang semakin kompetitif.

Agus menegaskan, pemenuhan hak-hak karyawan bukanlah beban perusahaan, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas, loyalitas pegawai, hingga peningkatan laba perusahaan.

Di sisi lain, dinamika pemilihan Dirut Bank Bengkulu juga diwarnai sorotan terhadap kondisi kepemimpinan saat ini. Jabatan Direktur Utama masih dijalankan oleh Iswahyudi sebagai Pelaksana Tugas (Plt), sementara yang bersangkutan juga memegang jabatan definitif sebagai Direktur Bisnis.

Sejumlah kalangan menilai kondisi rangkap jabatan yang berlangsung cukup lama tersebut berpotensi mengganggu efektivitas pengambilan keputusan strategis dan fokus pengembangan bisnis perusahaan.

Menjelang RUPS, para pemegang saham diingatkan agar tidak menciptakan kekosongan baru dalam struktur direksi. Jika Iswahyudi ditetapkan sebagai Direktur Utama definitif, maka posisi Direktur Bisnis akan kosong dan membutuhkan proses rekrutmen serta fit and proper test yang tidak singkat.

Situasi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat percepatan bisnis Bank Bengkulu yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan industri perbankan. Bahkan, sejumlah pihak menilai kondisi transisi kepemimpinan yang berkepanjangan turut berpengaruh terhadap capaian kinerja dan tingkat kesehatan bank.

Karena itu, muncul pandangan bahwa opsi paling rasional adalah menempatkan Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama, sementara Iswahyudi tetap fokus menjalankan fungsi Direktur Bisnis sesuai jabatan definitif yang diembannya.

Dengan skema tersebut, Bank Bengkulu dinilai dapat langsung memiliki formasi direksi yang lengkap dan solid tanpa menyisakan kursi kosong. Formasi yang banyak diperbincangkan menjelang RUPS terdiri dari Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama, Iswahyudi sebagai Direktur Bisnis, Mulkan sebagai Direktur Operasional, serta Somi sebagai Direktur Kepatuhan.

Komposisi tersebut diyakini mampu menciptakan pembagian tugas yang lebih tajam, mempercepat pengambilan keputusan strategis, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Kini, keputusan berada di tangan para pemegang saham, yakni Gubernur Bengkulu bersama para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu. Mereka diharapkan dapat mempertimbangkan kebutuhan organisasi secara menyeluruh demi memastikan Bank Bengkulu memiliki kepemimpinan yang kuat, struktur yang lengkap, serta mampu bersaing di tengah ketatnya industri perbankan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *