SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Suasana Dusun III Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, mendadak gempar dan diliputi duka mendalam, Selasa (10/2/2026). Seorang santri muda bernama Revaldi Harianto (18) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung di rumah kakak iparnya.
Peristiwa memilukan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Korban diketahui merupakan warga Jalan Halmahera, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Revaldi yang masih musa itu diduga nekat mengakhiri hidupnya seorang diri di rumah kakak iparnya.
Yang membuat peristiwa ini semakin mengiris hati, sebelum mengakhiri hidupnya, korban meninggalkan sepucuk surat perpisahan yang ditujukan kepada keluarga tercinta.
Dalam surat tersebut, pada bagian awal, almarhum menyampaikan pesan penuh haru kepada kakak ipar dan ayuknya.
“Mas, aku pamit aku sayang sekali semuanya. Mas pesan dari aku, mas jaga mbak Aul jaga dia baik-baik jangan sakiti dia mas. Reval tidak bisa jaga mbak Aul, kata ayah jangan sakiti ayuk-ayuk. Reval pamit mas mbak. Adek gak bisa jaga mbak lagi,” tulis almarhum.
Tak hanya itu, pesan yang paling menyayat hati tertuju kepada sang bunda. Dengan kata-kata sederhana namun sarat luka batin, korban menyampaikan permintaan maaf dan pamit terakhir.
“Bun, adek minta maaf bun adek akhiri hidup adek. Adek endak nyusul ayah, soalnya adek idak kuat lagi tinggal kek bunda. Bunda jangan nangis ya buna, bunda harus kuat. Bunda adek pamit bun.”
Berdasarkan keterangan warga setempat, korban diketahui baru beberapa hari berada di rumah kakak iparnya. Hal tersebut disampaikan Aswari, salah seorang warga Desa Bogor Baru.
“Setahu saya dia baru sekitar tiga hari di sini, main ke rumah kakak iparnya,” ungkap Aswari.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi sepi. Korban berada seorang diri. Kakak ipar korban yang baru pulang ke rumah menjadi orang pertama yang menemukan kejadian tragis tersebut.
“Dia baru pulang, manggil-manggil dari depan rumah. Tidak lama kemudian langsung teriak. Pas dilihat, adik iparnya sudah tergantung di garasi,” jelas Aswari.
Warga yang mendengar teriakan langsung berdatangan. Bersama kakak ipar korban, Aswari berupaya melakukan evakuasi dengan menjebol pintu samping rumah.
“Langsung dijebol pintu samping, kami turunkan bersama-sama,” tambahnya.
Usai dievakuasi, korban segera dilarikan ke RSUD Kepahiang. Isak tangis keluarga dan warga mengiringi proses evakuasi tersebut, menciptakan suasana duka yang mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti latar belakang peristiwa tragis yang merenggut nyawa santri muda tersebut.(mat)













