Usai Tarawih, Anak Desa Kota Agung Jadi Korban Pengeroyokan Massal

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Seorang anak di Desa Kota Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Kepahiang menjadi korban pengeroyokan usai bermain perang sarung, Jumat (20/2/2026) dini hari. Korban berinisial NR mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut.

Peristiwa bermula usai pelaksanaan salat tarawih di salah satu masjid di Desa Kota Agung. NR bersama teman-temannya mengaku berkumpul untuk tadarusan. Namun setelah kegiatan tersebut, mereka melanjutkan dengan bermain perang sarung.

Menurut keterangan NR, permainan itu memicu kesalahpahaman dengan kelompok remaja lain. Salah satu remaja yang terlibat disebut memanggil orang tua dan kakaknya karena tidak terima dengan permainan tersebut.

NR mengungkapkan bahwa dirinya dikeroyok sebanyak dua kali. Pengeroyokan pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, kemudian kembali terjadi pada pukul 02.00 WIB.

“Awal mula itu kami lagi kumpul-kumpul mau tadarus, lalu datang anak-anak perang sarung yang nyerang. Kami balas dan ia tidak terima dan langsung panggil orang tuannya serta kakaknya. Saya dikeroyok dua kali,” jelas NR saat diwawancarai Semarakpost.com melalui pesan singkat.

Akibat kejadian tersebut, NR mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, tangan keseleo, serta bibir pecah. Ia mengaku tidak dapat mengenali seluruh pelaku pengeroyokan karena situasi yang sudah tidak terkendali.

“Banyak yang keroyok, tidak tahu lagi siapa saja namanya, namun salah satunya adalah G,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, NR menyampaikan bahwa dirinya belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Ia memilih langsung pulang ke rumah untuk menghindari kemungkinan terjadinya pengeroyokan lanjutan.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *