Razia Pekat 2026, Satpol PP Kepahiang Sikat Tempat Hiburan dan Hotel

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP PBK) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mulai menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama bulan suci Ramadan 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ketiga Ramadan, Sabtu (21/2/2026).

Operasi Pekat ini dilakukan sebagai langkah preventif pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum serta menciptakan suasana aman dan kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Satpol PP PBK Kabupaten Kepahiang, Dedi Sukrizal, ST, mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah (Perda).

“Hari ini kita melaksanakan Operasi Pekat di beberapa titik di wilayah Kabupaten Kepahiang. Ini merupakan Tupoksi kita sebagai instansi yang berwenang dalam penegakan Perda, sekaligus sebagai upaya menekan potensi gangguan ketertiban umum dan penyakit masyarakat,” ujar Dedi.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan, seperti tempat hiburan malam, penginapan, serta area publik yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum. Salah satu lokasi yang turut menjadi sasaran operasi adalah Taman Santoso, yang selama ini dikenal sebagai ikon Kabupaten Kepahiang.

Tak hanya itu, Satpol PP juga melakukan pengecekan terhadap panti pijat yang berada di wilayah Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang. Namun saat dilakukan pemeriksaan, lokasi tersebut sudah dalam kondisi tergembok.

“Kita juga menyempatkan diri mendatangi panti pijat di wilayah Gunung, namun tempat tersebut sudah dalam kondisi tergembok, kemungkinan sudah tidak beroperasi,” tambahnya.

Dedi menegaskan bahwa Operasi Pekat akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan berlangsung. Hal ini dilakukan guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas serta penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat menjaga sikap dan perilaku, menghormati norma serta adat istiadat yang berlaku, dan mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif.

“Kami berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Operasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai upaya preventif agar Kepahiang tetap aman, nyaman, dan religius selama Ramadan,” pungkasnya.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *