SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Puasa yang selama ini dipahami sebagian besar umat Muslim sebagai menahan hawa nafsu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Tak sedikit umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa masih diliputi rasa khawatir akan kondisi kesehatan. Kekhawatiran tersebut muncul karena anggapan bahwa imun tubuh akan melemah akibat menahan lapar dan haus seharian, terlebih harus tetap menjalani aktivitas harian seperti biasa.
Namun anggapan tersebut ditepis langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, dr. H. Tajri Fauzan. Ia menjelaskan bahwa puasa justru memberikan respons positif bagi tubuh apabila dijalani dengan pola makan yang sehat dan teratur.
Menurutnya, saat berpuasa tubuh akan belajar mengelola gula darah dengan lebih baik. Pola makan saat sahur dan berbuka yang teratur akan membantu tubuh membentuk sistem pertahanan alami atau “perisai aktif” terhadap berbagai penyakit.
“Puasa itu bagus. Dengan pola makan yang terjaga, tubuh bisa mengontrol gula darah dan asupan kalori harian. Ini menjadi perisai tubuh dari berbagai penyakit,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tajri menyampaikan bahwa puasa juga berperan penting dalam menjaga pola konsumsi kalori dan protein. Ketika tubuh terbiasa dengan pola makan yang teratur, maka sistem metabolisme akan bekerja lebih optimal dibandingkan hari-hari biasa.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan selama menjalankan ibadah puasa, termasuk bagi mereka yang memiliki keluhan kesehatan tertentu.
“Penyakit yang sering dikeluhkan itu biasanya maag kronis. Tapi dengan sahur dan berbuka yang sehat, itu bukan persoalan. Justru puasa membantu memperbaiki pola makan,” tambahnya.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, puasa menjadi jawaban atas berbagai kekhawatiran yang selama ini beredar di tengah masyarakat. Dengan menjalankan puasa secara benar dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat tidak perlu cemas akan kondisi kesehatan selama bulan Ramadan.
Puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan secara menyeluruh.













