SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Langkah konkret mendukung program strategis nasional terus digencarkan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan menjadi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Kepahiang, Minggu (29/3/2026).
Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Infanteri Agung Lewis Oktorada. Ia menegaskan, pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendorong optimalisasi wilayah darat.
“Jadi hari ini kami dari Kodim melaksanakan peninjauan untuk lahan Yonif TP,” ujar Agung.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada kekuatan militer, namun juga menyasar pemanfaatan lahan tidur agar lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 500 batalyon dalam kurun waktu lima tahun ke depan, atau sekitar 100 batalyon setiap tahunnya yang akan tersebar di seluruh kabupaten di Indonesia.
“Yonif TP ini program presiden, jadi nanti setiap kabupaten itu akan ada satu batalyon TP ini,” ungkapnya.
Khusus di Kabupaten Kepahiang, rencana pembangunan batalyon akan memanfaatkan lahan seluas 50 hektare yang sebelumnya dikelola oleh PT Trisula Ulung Mega Surya (TUM). Lahan tersebut diketahui telah habis masa Hak Guna Usaha (HGU) sejak tahun 2021.
“Jadi nanti dari lahan HGU PT TUM yang sudah habis 2021 ini, 50 hektarenya akan dibangun batalyon TP,” jelas Agung.
Untuk pembangunan fisik, kata dia, akan dilakukan langsung oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia(Kemhan). Sementara itu, pemerintah daerah berperan dalam menyiapkan lahan yang akan digunakan.
“Pembangunan batalyon nanti langsung dari Kemhan yang bangun, kita yang di wilayah menyiapkan lahan dan ini sudah disiapkan oleh Pemda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan bahwa saat ini personel Yonif TP masih dalam tahap pendidikan. Dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, ratusan personel diperkirakan mulai ditempatkan di wilayah Kepahiang.
“Jadi saat ini personel masih melaksanakan pendidikan. Mungkin tiga bulan lagi personelnya akan masuk ke wilayah Kepahiang, jumlahnya sekitar 500 sampai 600 orang,” pungkasnya.
Rencana pembangunan Yonif TP ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepahiang.(mat)













