SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 H/2026, Dinas Kesehatan mencatat adanya lonjakan kasus diare di sejumlah klinik dan pusat layanan kesehatan. Penyakit ini disebut menjadi keluhan terbanyak yang dialami masyarakat setelah momen lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan, Dr. H. Tajri Fauzan, SKM, M.Si, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus tersebut dipicu oleh perubahan pola makan yang terjadi secara drastis usai menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
“Dari data yang kami himpun di beberapa klinik dan pusat layanan kesehatan, memang terjadi lonjakan penyakit diare pasca lebaran. Hal ini erat kaitannya dengan perubahan pola makan masyarakat,” jelas Tajri.
Ia menyebutkan, konsumsi makanan berlemak, bersantan, serta tinggi gula yang berlebihan menjadi faktor utama pemicu gangguan pencernaan tersebut. Selain itu, makanan yang tidak higienis juga berpotensi memperparah kondisi dan meningkatkan risiko terpapar bakteri penyebab diare.
Lebih lanjut, Tajri menegaskan bahwa penyakit diare tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berdampak serius, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Pasca lebaran ini, kami mengimbau masyarakat untuk kembali menjaga pola makan sehat dan seimbang. Kurangi makanan berlemak, bersantan, serta tinggi gula, dan mulai kembali ke kebiasaan makan yang lebih teratur,” tegasnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta lebih memperhatikan kebersihan makanan, terutama terhadap sisa hidangan lebaran maupun jajanan yang diolah secara kurang higienis.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa selain diare, potensi peningkatan penyakit tidak menular seperti kolesterol dan diabetes turut mengintai akibat pola konsumsi berlebihan selama libur lebaran.
Dengan adanya imbauan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan agar tetap prima usai merayakan hari kemenangan.(mat)













