SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) kembali terjadi di kawasan rawan kecelakaan, tepatnya di tikungan patah Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Jumat (6/2/2026) pagi.
Peristiwa mencekam ini melibatkan satu unit truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dengan satu unit mobil mikrolet yang mengangkut sejumlah pelajar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Meski demikian, proses evakuasi kedua kendaraan memakan waktu cukup lama, hampir lima jam. Lamanya evakuasi disebabkan posisi mikrolet yang nyaris masuk ke jurang serta truk CPO yang melintang di badan jalan pada tikungan patah, sehingga menyulitkan petugas di lapangan.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH, SIK, MH melalui Kasat Lantas Iptu Alex Candra, S.Sos, MH, didampingi Kanit Gakkum Ipda Yos Sudarsono, SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, lokasi kecelakaan merupakan salah satu titik rawan karena kondisi jalan yang sempit dan menikung tajam.
“Kecelakaan ini melibatkan satu unit truk pengangkut CPO dan satu unit mikrolet yang mengangkut pelajar. Kedua kendaraan telah diamankan di Polres Kepahiang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya sopir yang mengalami luka ringan,” ujar Ipda Yos Sudarsono.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jalur Kepahiang – Rejang Lebong sempat mengalami gangguan. Petugas kepolisian dibantu warga sekitar harus melakukan pengaturan lalu lintas secara manual karena sebagian badan jalan tertutup kendaraan.
Sementara itu, sopir truk CPO bernama Agustinus menuturkan kronologi kejadian dari sudut pandangnya. Ia mengatakan, truk yang dikemudikannya datang dari Provinsi Jambi dengan tujuan Bengkulu Utara.
Saat melintas di tikungan patah Desa Daspetah, ia terpaksa membanting setir untuk menghindari sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.
“Jalan di sini tikungan patah dan cukup sempit. Saya menghindari motor yang parkir di pinggir jalan. Dari arah berlawanan datang mikrolet, sopir mikrolet juga banting setir dan mobilnya hampir masuk jurang,” ungkap Agustinus.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang menikung tajam ditambah muatan berat membuat truk sulit dikendalikan sepenuhnya. Akibatnya, truk CPO melintang di badan jalan, sementara mikrolet berhenti di posisi berbahaya di tepi jurang.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur lintas Kepahiang – Rejang Lebong, khususnya di wilayah Desa Daspetah yang dikenal memiliki banyak tikungan tajam. Masyarakat juga diminta tidak memarkirkan kendaraan sembarangan di bahu jalan karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.(mat)













