SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Remaja belasan tahun yang seharusnya fokus menimba ilmu dan menjadi teladan di lingkungannya justru harus berurusan dengan hukum. Sejumlah remaja diduga terlibat dalam peristiwa meninggalnya Yogensi Abile (17) di Desa Permu Bawah.
Tak hanya terkait dugaan keterlibatan atas meninggalnya korban, belasan remaja tersebut juga diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Dugaan itu mencuat setelah dilakukan tes urin oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, empat orang remaja dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis tumbuhan (ganja). Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Risda Pratama.
“Empat remaja tersebut saat tes urin positif narkotika jenis ganja. Ada yang masih berstatus pelajar dan ada juga yang sudah tidak bersekolah,” ujar Iptu Risda Pratama, Jumat (20/2/2026).
Saat ini, seluruh remaja tersebut masih diamankan di Polres Kepahiang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, empat remaja yang dinyatakan positif narkotika juga masih didalami keterangannya guna proses hukum selanjutnya.
Pihak kepolisian menegaskan penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(mat)













