Duka dan Amarah Menggema, Ratusan Warga Batu Bandung Kibarkan Bendera Kuning

 SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Suasana duka menyelimuti kawasan Batu Bandung saat ratusan warga mengibarkan bendera kuning sebagai tanda bela sungkawa atas meninggalnya seorang gadis muda berusia 25 tahun, Gita Fitri. Aksi ini juga menjadi simbol tuntutan masyarakat agar kasus kematian korban diusut secara adil dan transparan.

Pantauan di lapangan, ratusan warga tampak berjejer sepanjang jalan hingga simpang gang menuju area pemakaman. Bendera kuning dikibarkan serentak oleh warga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga korban.

Tak hanya itu, teriakan tuntutan keadilan menggema di sepanjang jalan pemakaman. Seruan seperti “Kami minta keadilan” dan “Kami minta kasus ini menjadi terang” terdengar berulang kali, seolah menjadi penghias pilu di perjalanan terakhir almarhumah menuju peristirahatan terakhirnya.

Sementara itu, Tim Dokpol Polda Bengkulu bersama aparat penegak hukum terlihat memasuki area pemakaman Gita Fitri. Kehadiran aparat tersebut guna melakukan penggalian kuburan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Penggalian makam dilakukan sebagai bagian dari proses otopsi terhadap jenazah korban. Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya Gita Fitri dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kasat Reskrim, Bintang Yudha Gama, S.Tr.K., S.I.K., sebelumnya telah menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar kemarin.

“Iya, kita akan lakukan otopsi,” ujarnya singkat.

Masyarakat berharap, dengan dilakukannya otopsi ini, kasus meninggalnya Gita Fitri dapat segera terungkap secara terang-benderang dan keadilan dapat ditegakkan sesuai hukum yang berlaku.(mat)

Penulis: Bagus RahmatEditor: Bagus Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *