Nilai Investasi Blok Geotermal di Kepahiang Tembus Rp 1 Triliun

SEMARAKPOST – KEPAHIANG | Bupati Kepahiang, Zurdi Nata menyampaikan investasi untuk pengelolaan energi panas bumi atau geotermal di Kepahiang masih berproses.

Terakhir, Zurdi Nata mengatakan dirinya sudah menerima perwakilan perusahaan asal Turki, Hitay Energy Holdings yang akan mengelola geotermal di Batu Bandung, Muara Kemumu.

“Terakhir itu, berkas mereka sudah lengkap. Harapan kita, tentu semua proses ini tetap berjalan,” ujar Nata, Kamis (3/7/2025).

Di Kepahiang sendiri, ada dua blok geotermal dengan potensi besar.

Pertama, ada blok Air Sempiang, Kabawetan, dengan potensi bisa menghasilkan listrik 2 x 50 MW.

Lalu, ada blok Batu Bandung, Muara Kemumu, dan diperkirakan pembangkit listrik panas bumi di Bukit Hitam ini akan menghasilkan 40 megawatt (MW).

“Yang di Air Sempiang, itu dikelola langsung PLN. Yang di Batu Bandung pihak ketiga, Hitay Energy, dengan investasi diperkirakab Rp 1 triliun,” ujar Nata.

Selain investasi pembangkit listrik panas bumi, Hitay Energy Holdings juga bersedia melebarkan jalan di Batu Bandung, dan membangun jalan umum sepanjang lima kilometer dengan lebar enam meter menuju lokasi.

Saat beroperasi nanti, Hitay Holding Energy ini akan mengelola energi panas bumi, dan kemudian dijual ke PLN sebagai salah satu sumber pembangkit listrik di Bengkulu.

Dari investasi ini, Kepahiang akan mendapatkan royalti, dengan besaran yang ditentukan kemudian.

Selain itu, Kepahiang juga akan mendapatkan penghasilan lain dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH).

“Kalau kita hitung-hitung, kita bisa mendapatkan Rp 100 miliar per tahun. Ini potensi PAD kita,” kata Nata.

Selain mendapatkan investasi dan bagi hasil, Zurdi Nata mengatakan lowongan pekerjaan juga akan terbuka untuk masyarakat Kepahiang.

Dia sudah menegaskan bahwa Hitay Energy Holdings nantinya juga harus mempekerjakan tenaga kerja lokal.

“Harus, wajib sifatnya itu,” ungkap Nata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *