Sambangi Rumah Korban Pembunuhan, Windra : Perlindungan Perempuan dan Anak Menjadi Fokus Pemerintah

0
733 Kali dibaca

SemarakPost.Com | Kepaiang – Ketua DPRD Kepahiang sambangi rumah Rita Sriyanti warga lubuk penyamun, Kecamatan Merigi, Kepahiang. Senin (04/04/22), yang merupakan korban pembunuhan oleh suaminya beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Windra Purnawan, menyampaikan, perlindungan kepada perempuan dan anak juga menjadi fokus pemerintah kabupaten Kepahiang.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan santunan, motivasi dan semangat kepada keluarga korban atas musibah yang diterjadi.

“Kita berikan santunan, motivasi dan semangat kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Kita juga minta kepada pemkab Kepahiang untuk fokus dalam urusan perlindungan kepada perempuan dan anak serta kepada aparat hukum kita minta penegakan hukum atas kasus ini dengan seadil-adilnya,” tegas Windra Purnawan didampingi Kabid Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Dinas PPKBPA Kabupaten Kepahiang Evi Monatriza dan Ketua Umum Srikandi Pembangungan Sriwijaya Nyimas Aliyah.

Ia menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini cenderung meningkat di kabupaten Kepahiang. Dia juga meminta peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan MUI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat karena ini menyangkut moralitas dan ilmu keagamaan.

“Kita minta tokoh masyarakat, tokoh agama dan MUI untuk terus memberikan pemahaman tentang ilmu keagamaan dan moralitas terkait kasus kekerasan seperti ini,” Sampainya.

Pada kesempatan kunjungan ini, Kabid Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Dinas PPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Evy Monatriza mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi hingga ditingkat desa.

“Kami akan membentuk satgas. Satgas ini nanti akan menjadi penggerak ataupun pelindung bagi perempuan dan anak,” kata Evy Monatriza.

Sementara itu, Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangun Sriwijaya, Nyimas Aliah yang turut dalam kunjungan ini mengatakan, pihaknya mengusulkan untuk dibangun desa ramah perempuan dan peduli anak.

“Perempuan dan anak tidak akan mendapatkan lagi tindak kekerasan hingga berujung pembunuhan. Melalui desa ramah perempuan dan peduli anak ini, kita merasakan anak-anak didesa ini adalah anak kita,” ungkap Nyimas Aliah. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here