Kades Limbur Lama & Konsultan, Terancam 20 Tahun Penjara

0
609 Kali dibaca
Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang, Lalu Syaifudin SH MH.
Bagikan

 

Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang, Lalu Syaifudin SH MH.

SemarakPost.comKepala Desa Limbur Lama, Kecamatan bermani Ilir, Riduan Siswandi dan konsultan perencanaan & pengawas, Arlianto terancam hukuman 20 tahun penjara.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kepahiang menjeratnya dengan pasal 2, pasal 3, pasal 9, jo pasal 55 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, dengan ancaman 20 tahun penjara, denda paling sedikit Rp 200 juta. Hal ini diungkap Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang, Lalu Syaifudin SH MH, Senin (30-4-2018).
“Peran konsultan, sudah pasti pasal 55, secara bersama – sama. Konsultan ini termasuk yang merencanakan dan mengawasi. Yang jelas, peran masing-masing ada, sehingga menimbulkan pidana yang sempurna,” ungkap Lalu.

Dikatakan, penghitungan kerugian negara sudah dilakukan. Dalam perkara ini Kejari menunjuk Insvektorat Kabupaten Kepahiang. Dari hasil penghitungan, ditemukan kerugian negara Rp. 300 juta lebih.
“Untuk kelas Dana Desa, jumlah ini sudah terlalu besar kerugian negaranya. Yang pasti, anggaran itu tidak dapat dipertanggung jawabkan sebagai mana mestinya. Salah satunya Mark Up harga dan upah. soal dugaan tambal sulam pada pekerjaan fisik drainase dan pelapis tebing, itu bagian dari item yang kita periksa yang kita anggap mempunyai alat bukti yang cukup, hingga kita berani menetapkan tersangka.” kata Lalu.

Soal kemungkinan calon tersangka lain, lalu mengaku belum dapat laporan dari penyidik. Menurutnya untuk menetapkan tersangka, tidak bisa dilakukan hanya dengan indikasi. Tapi, harus dengan alat bukti.
“Kita selesaikan dulu yang didepan mata, baru kita putuskan yang lain,” ujar Lalu.

Selain Desa Limbur Lama, apakah ada desa lain yang diproses? Lalu menuturkan, untuk sementara baru Desa Limbur Lama yang ditindak.
“Kita ndak tahu apakah nanti akan kita dapatkan data yang lain. Mudah-mudahan tidak ada dan baik-baik saja. Kalau terlalu banyak, artinya ndak baik. Kita berharap yang baik untuk Kepahiang,” ucapnya.

Tak ingin kasus korupsi Dana Desa terulang, Kajari berharap pengelolaan DD-ADD di Kabupaten Kepahiang direalisasikan dengan baik, transfaran dan akuntabel. Kajari juga berharap, kasus korupsi DD ini merupakan yang pertama dan terakhir.
“Dari awal saya disini, para Kades sudah kita kumpulkan. Sudah kita nasehati. Amar makrufnya sudah. sekarang tinggal nahi mungkarnya. Bahkan dulu sudah saya sampaikan, satu senpun tidak boleh uangmu jatuh di kejaksaan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Limbur Lama Kecamatan Bermani Ilir, Riduan Siswandi bersama konsultan pengawas dan perencanaan, Arlianto diduga melakukan Mark Up dan SPj fiktip pada proyek fisik APBDes Desa Limbur Lama 2017 yang merugikan negara Rp. 300 juta lebih. Kedua tersanga ditahan di Lapas kelas II Curup.

Penasehat hukum tersangka, Jelison Purba SH siap mendampingi kedua tersangka dalam sidang.

“Saya siap mendampingi kedua tersangka dalam perkara ini. Dalam hukum, betul tidaknya ada kerugian negara, nanti akan dibuktikan dalam persidangan,” tukas Jelison.(BBB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here