Minta Sumbangan di Pasar Panorama, WNA Asal Pakistan Diamankan Imigrasi Bengkulu

SemarakPost.Com | Bengkulu – Seorang warga negara asing ( WNA ) yang meminta-minta sumbangan/donasi di sekitar wilayah pertokoan Pasar Panorama pada Kamis (19/08/2021) akhirnya diamankan petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Samsu Rizal, mengatakan bahwa WNA tersebut diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

“Laporan itu segera kita tindak lanjuti, dengan menyisir dan melakukan pengecekan terhadap saksi-saksi, baik itu pelapor ataupun pihak-pihak yang menyaksikan,” ujar Samsu Rizal saat kegiatan Presscon di Aula Kantor Imigrasi Bengkulu pada Kamis (02/09/2021) pukul 09.00 Wib.

Dari hasil penelusuran oleh petugas yang dipimpin Muhammad Zahraim Nasution Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Bengkulu, diamankanlah WNA tersebut yang adalah AE (33) warga Negara Pakistan.

“Bersamanya kita juga amankan paspor berkebangsaan Pakistan, proposal permintaan bantuan dana dari Alkhidmad Foundation Pakistan serta bukti kwitansi serah terima uang bantuan dari beberapa orang/yayasan di Indonesia,” jelasnya.

AE juga diketahui pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dikeluarkan tanggal 16 April 2021 dan berlaku sampai dengan tanggal 23 April 2023.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, AE merupakan WNA berkebangsaan Pakistan yang berhasil melarikan diri menggunakan Angkutan Umum a.n Arsalan pada saat dilakukan penangkapan,” ungkap Rizal.

Untuk saat ini, AE ditempatkan sementara di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu.

Samsu Rizal menegaskan bahwa WNA asal Pakistan memang memiliki izin tinggal, namun kegiatan yang dilakukan tidaklah sesuai dengan izin tinggal yang diberikan keimigrasian.

“Ini bentuk pelanggaran keimigrasian, serta dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban,” tukasnya.

Selanjutnya yang bersangkutan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi ke negara asal serta akan dimasukkan kedalam daftar penangkalan. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *