Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
342 Kali dibaca
Korban Pembunuhan Diduga Sedang Hamil
Bagikan
Foto pernikahan korban dan terduga pelaku.

SemarakPost.com | Bengkulu Aksi brutal suami bunuh istri di Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (26/1/2020) menggegerkan Bengkulu.

Dilansir Bengkulutoday, adalah Revi Puspitasari (20), yang diduga menjadi korban pembunuhan dengan terduga pelaku adalah Eliya Pranata (22), suami korban.

Berikut data dan fakta pembunuhan sadis tersebut:

p

Dibunuh di pondok kebun kopi

Korban dibunuh di pondok kebun kopi yang ditempati oleh korban dan terduga pelaku. Lokasi pondok korban terbilang cukup jauh dari desanya, sekitar 15 kilometer. Peristiwa pembunuhan diduga terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Polisi baru mendapat informasi sekira pukul 09.30 WIB.

Diketahui oleh ayuk korban

Diketahuinya peristiwa pembunuhan itu berkat kedatangan ayuk korban yang berniat mengunjungi korban di pondoknya. Saat ayuk korban datang di TKP, diketahui kondisi pondok dalam keadaan berantakan. Kemudian ayuk korban mendapati korban dalam kondisi tertelungkup dengan leher nyaris putus.

“Pertama diketahui oleh ayuk korban yang kebetulan ada kepentingan ke pondok korban, sampai di pondok nampak berantakan. Nasi dan gulai berserakan, dan didapati korban dalam kondisi tertelungkup,” kata Haryono, Kades Sekayun.

Kades dan Polisi ke TKP

Kepala Desa Sekayun, Haryono juga mengatakan, ayuk korban menghubungi pihaknya sekira pukul 09.30 WIB. Kemudian, pihaknya menghubungi polisi dan bersama polisi menuju ke TKP.

“Setelah mendapati kondisi korban, ayuk korban kemudian menghubungi kami, dan kami menghubungi polisi kemudian ke lokasi,” kata Haryono.

Korban dibawa ke RS Bhayangkara

Polisi dan warga yang mendatangi TKP kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara di Kelurahan Jitra Kota Bengkulu untuk pemeriksaan.

s

Terduga pelaku diamankan

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat SH MH menjelaskan, usai didapati korban dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke RS Bhayangkara, polisi kemudian berhasil mengamankan terduga pelaku, yakni Eliya Pranata (22). Eliya Pranata merupakan suami dari korban dan sempat kabur usai melakukan pembunuhan.

“Terduga pelaku sudah kita amankan di Polres Bengkulu Tengah,” kata Kasat.

kas
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat

 

Motif Pembunuhan

Untuk motif pembunuhan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. “Untuk penyebab masih kita lakukan pemeriksaan, karena terduga pelaku dan korban ini tinggal berdua di pondok kebun, jadi tidak ada saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat.

Namun menurut informasi sementara, terduga pelaku menghabisi nyawa istrinya lantaran tersinggung dikatakan ‘pemalas’.

Bermula saat Refi dan Eliya terlibat cek cok mulut. Sambil memasak, Refi mengatakan suaminya pemalas. Karena emosi, suami korban kemudian mengambil parang dan langsung membacok korban dilehernya.

Dari foto korban yang diterima media ini, kondisi leher korban nyaris putus dari bagian belakang. Korban akhirnya meninggal dunia.

p
Foto korban dan suaminya saat pernikahan pada Agustus 2019 lalu (Foto: Facebook)

 

Korban dan terduga pelaku pengantin baru

Informasinya, korban dan terduga pelaku masih pengantin baru. Keduanya menikah baru berkisar 5 bulan lalu.
“Baru menikah sekitar lima bulan, bulan Agustus 2019 lalu,” kata Haryono.

Diduga korban juga hamil

“Kasihan istrinya (korban), kabarnya korban juga sedang hamil, jadi dua nyawa melayang,” kata Meti, warga Desa Sekayun.

b
Parang yang merupakan barang bukti

 

Barang bukti parang dan minim saksi

Dari peristiwa pembunuhan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa parang yang diduga digunakan untuk membunuh korban. Selain itu, polisi juga mengatakan minim saksi. “Motif sebenarnya masih kita gali, sebab minim saksi,” kata Kasat.

s
Wabup Bengkulu Tengah Septi Peryadi

 

Wabup Prihatin

Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septy Peryadi menyampaikan keprihatinnya atas peristiwa pembunuhan itu. Kepada wartawan, Wabup perlu tanggung jawab bersama untuk mencegah kekerasan terjadi dalam rumah tangga. Diapun menyebutkan kekerasan dalam rumah tangga rata-rata disebabkan oleh masalah ekonomi.(rls)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *