Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
1.676 Kali dibaca
Peningkatan Prestasi Sekolah Melalui Penerapan Manajemen Pakis Di SMP Negeri 2 Kepahiang Kepahiang
Bagikan

PENINGKATAN PRESTASI SEKOLAH

MELALUI PENERAPAN
MANAJEMEN PAKIS

DI SMP NEGERI 2 KEPAHIANG

OLEH

EDI SUWANTO, SE., M. Pd

NIP/NUPTK. 197212301992031003 / 3562750652200033

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN KEPAHIANG
SMP NEGERI 2 KEPAHIANG
Alamat : Desa Kutorejo Kec. Kepahiang Kab. Kepahiang KP. 39172

TAHUN 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga laporan penulisan naskah Best
Practice ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Laporan Best Practice yang ditulis ini merupakan pengalaman terbaik
penulis sebagai kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan manajemen di SMP Negeri 2 Kepahiang dalam rangka untuk meningkatkan prestasi sekolah.

Karya Best Practice ini diberi judul “ Peningkatan Prestasi Sekolah Melalui
Penerapan Manajemen Pakis di SMP Negeri 2 Kepahiang”.

Laporan Best Practice ini dapat diselesaikan atas dukungan dan bantuan
berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bp. Drs. Hamdani selaku Pengawas Pembina yang telah membimbing dan
memberi petunjuk dalam pengembangan sekolah.
2. Kepada semua pihak yang tidak disebutkan satu per satu secara tersendiri, semoga segala perhatian, dorongan, bantuan, bimbingan serta arahan yang telah diberikan kepada penulis akan memperoleh imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna. Untuk itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.

Kepahiang , April 2018
Penulis,

EDI SUWANTO, S.E., M.Pd
NIP. 19721230 199203 1 003

ABSTRAK

“ PENINGKATAN PRESTASI SEKOLAH MELALUI PENERAPAN
MANAJEMEN PAKIS DI SMP NEGERI 2 KEPAHIANG ” Oleh :

EDI SUWANTO
Kepala SMP Negeri 2 Kepahiang
Best Practice. 2018. 20 halaman

Best Practice ini adalah merupakan pengalaman terbaik penulis selaku Kepala SMP Negeri 2 Kepahiang dalam meningkatkan manajemen sekolah untuk meningkatkan prestasi sekolah dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan warga masyarakat.

Metode kegiatan ini adalah Best Practice dengan menerapkan Manajemen Partisipasi, kritik dan solusi (Manajemen Pakis). Teknik pengumpulan data melalui kotak aspirasi, buku pakis, wawancara dan diskusi langsung dengan berbagai sumber.

Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan data sebelum kegiatan dengan data setelah
pelaksanaan dan dijelaskan secara deskriptif naratif.

Hasil penerapan manajemen
pakis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan secara signifikan terhadap
kegiatan dan prestasi siswa, kualitas proses pembelajaran, kelengkapan sarana dan prasarana serta kualitas dan produktivitas manajemen sekolah.

Kata Kunci : Manajemen Pakis, Peningkatan Prestasi Sekolah.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………………
Lembar Pengesahan ……………………………………………………….
Kata Pengantar ……………………………………………………………… Abstrak ……………………………………………………………………. Daftar Isi ………………………………………………………………………………………..
i
ii
iii
iv
v
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………….. A. Latar Belakang Masalah dan Identifikasi Masalah ………….. B. Rumusan Masalah……………………………………………. C. Tujuan ………… ……………………………………………. D. Manfaat ………… …………………………………………… BAB II. KAJIAN PUSTAKA ………… ………………………………. A. Kajian Teori …………………………………. …………….. BAB III. METODE PELAKSANAAN……………………………………………… A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan …… ………………………
B. Prosedur Pelaksanaan…………………………………………
C. Cara pemecahan Masalah ………………………………….. BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………………….
A. Kondisi Awal ………………………………………………… B. Proses Pelaksanaan …………………………………………..
C. Hasil Yang Diperoleh ……………………………………….. BAB V. SIMPULAN DAN SARAN ………………………………….. A. Simpulan ……………………………………………………. B. Saran ………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………
LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………
1
1
3
4
4
7
5
9
9
10
11
13
13
15
16
20
20
20
21
22

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah

Keberhasilan kemajuan sekolah didasarkan oleh berbagai faktor yang
saling menunjang melalui proses secara terus menerus yang terkadang
membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mewujudkan tujuan yang ingin
dicapai. Faktor –faktor penentu keberhasilan sekolah tidak hanya berasal dari intern sekolah tetapi juga dari luar sekolah. Kepala sekolah, guru, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dan siswa adalah faktor internal yang
menentukan kemajuan sekolah, sementara komite sekolah, masyarakat, dinas pendidikan, kebijakan pemerintah adalah faktor eksternal yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kemajuan sekolah.

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar
nasional pendidikan dijelaskan bahwa sekolah diharapkan minimal dapat
memenuhi 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar proses, standar pengelolaan, standar sarana prasarana
dan standar pembiayaan.

Salah satu hal yang penting untuk dapat mencapai 8 SNP adalah terpenuhinya standar pengelolaan yang baik.
Indikator keberhasilan pengelolaan sekolah salah satunya adalah
pengambilan keputusan bersama. Artinya bahwa sebelum mengambil sebuah keputusan kepala sekolah dapat mempertimbangkan masukan dari pihak lain.

Faktor lain yang harus terlibat dalam pembagian tanggung jawab dalam
pembagian tanggung jawab dalam pengambilan keputusan adalah
pemberdayaan tenaga kependidikan. Pengelolaan sekolah yang baik pada akhirnya akan dapat mewujudkan
sekolah efektif yaitu sekolah yang mampu mengoptimalkan semua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan yaitu prestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipesyaratkan dalam belajar.

SMP Negeri 2 Kepahiang merupakan salah satu sekolah negeri yang
berada di Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang berdiri sejak tahun 1985 saat ini sedang dalam proses perkembangan menuju sekolah yang
memenuhi SNP.

Sebagai sekolah yang telah relatif lama berdiri, SMP Negeri 2 Kepahiang masih dalam proses perkembangan untuk menjadi sekolah yang dapat diunggulkan di Kabupaten Kepahiang. Bangunan SMP Negeri 2 Kepahiang pada saat ini terdiri dari ruang kantor meliputi ruang kepala
sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang wakil dan
pantri, 15 Ruang Kelas, Ruang UKS/OSIS, Laboratorium IPA, Musholla dan
Ruang Pramuka dan BK pada tahun pelajaran 2017/2018 memiliki 501 orang
siswa yang berasal dari desa/kelurahan sekitar sekolah.

Sarana dan prasarana yang ada masih kurang untuk penunjang proses pembelajaran di kelas. Buku
pelajaran pokok dan buku pelajaran penunjang sudah memadai namun belum memenuhi rasio 1 anak : 1 buku. Sarana pembelajaran IPA , IPS, Penjas,
Kesenian dan TIK masih terbatas. Akibatnya Kurikulum yang diberlakukan
oleh SMP Negeri 2 Kepahiang masih dalam standar yang rendah.

Pada tahun pelajaran 2017/2018, SMP Negeri 2 Kepahiang menggunakan Kurikulum 2013 untuk kelas 7-8 dan Kurikulum 2006 untuk kelas 9. Proses pembelajaran masih sering dilakukan secara klasikal sehingga prestasi akademik yang diraih oleh peserta didik belum memenuhi standar nasional karena Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh
setiap mata pelajaran masih dibawah 65%.

Sementara pembiayaan pendidikan di SMP Negeri 2 Kepahiang juga
masih rendah. Sumber dana pada saat ini hanya berasal dari Dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) dan Anggaran Rutin APBD yang jumlahnya
masih kecil. Hal ini menyebabkan pelayanan sekolah terhadap perkembangan bakat dan minta siswa belum dapat terpenuhi secara optimal.

Dari segi ketenagaan SMP Negeri 2 Kepahiang pada saat ini masih
kekurangan tanaga baik tenaga edukatif maupun tenaga administratif. Saat ini
baru memiliki 24 orang guru mata pelajaran untuk 9 macam mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, Matematika, Agama, PKn, Penjaskes dan IPS sehingga untuk mata pelajaran lain dibantu oleh Guru
Tidak Tetap, sementara untuk tanaga administratif SMP Negeri 2 Kepahiang
baru memiliki 1 orang pegawai tetap, akibatnya fungsi-fungsi manajerial
pengelolaan sekolah belum berjalan dengan baik.

Pemanfaatan dan pemberdayaan sumber daya yang telah tersedia
masih belum optimal, hal disebabkan belum dilaksanakannya manajemen
pengelolaan yang baik akibat kurangnya komunikasi dan informasi dalam
pelaksanaan manajemen sekolah.
Membandingkan hal tersebut diatas, untuk meningkatkan prestasi
sekolah yang telah memenuhi 8 SNP dengan keterbatasan sumber daya yang
dimiliki sekolah maka sangat diperlukan upaya dan kerja keras dari semua
pihak secara bersinergi dan berkesinambungan untuk mewujudkan visi dan misi sekolah yang diharapkan.
Karena itu sejak diangkat menjadi Kepala SMP Negeri 2 Kepahiang
berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepahiang nomor 824 – 760 TAHUN
2016 TANGGAL 06 September 2016 mencoba untuk menerapkan
manajemen sekolah yang diberi nama Manajemen Partisipasi, Kritik dan
Solusi (Manajemen PAKIS), yang melibatkan tidak hanya sumber daya
internal sekolah namun juga seluruh lingkungan dan stakeholder yang ada.

B. Rumusan Masalah

Secara singkat rumusan masalah best practice ini adalah : ”Apakah dengan Manajeman Pakis dapat meningkatkan prestasi sekolah SMP
Negeri 2 Kepahiang? “

C. Tujuan

Tujuan menerapkan Manajemen Pakis yang dilakukan adalah:
1. Untuk menyatukan persepsi tentang visi dan misi sekolah dalam
mewujudkan sekolah yang berprestasi. 2. Meningkatkan motivasi guru, siswa dan warga sekolah lainnya untuk
melakukan yang terbaik bagi sekolah.
3. Meningkatkan prestasi sekolah baik dalam bidang akademik maupun non
akademik.

D. Manfaat

Manfaat meningkatkan motivasi dan prestasi dengan membangun
komunikasi yang efektif ini adalah:
1. Bagi Guru dan Siswa
a. Selalu memilki motivasi dan etos kerja yang tinggi sehingga selalu
bersemangat dan optimis dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,
b. Dapat meraih prestasi yang maksimal baik secara individu maupun
kelompok sehingga menjadi kebanggaan dan memperoleh kepuasan.
2. Bagi Sekolah
a. Dapat melaksanakan program untuk mencapai visi dan misi secara
optimal.
b. Menciptakan suasana kehidupan bersekolah yang lebih baik dengan
motivasi dan prestasi yang tinggi dari segenap warga sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Prestasi

Pengertian prestasi menurut beberapa ahli yang dimuat dalam laman
http://www.gurupendidikan.co.id adalah hasil dari seseorang dalam kegiatan
pembelajaran. dan hasil yang dicapai atau hasil yang telah dicapai. Sedangkan
menurut WS Winkel dalam laman yang sama, prestasi adalah hasil dari
pembelajaran yang ditampilkan oleh siswa berdasarkan kemampuan internal
yang diperoleh sesuai dengan tujuan instruksional. Ada beberapa prestasi yang dapat dicapai oleh sekolah diantaranya: (a) prestasi belajar, hasil yang diperoleh atas usaha untuk belajar misalnya di kelas menjadi juara kelas setiap tahun; (b) prestasi kerja, hasil yang diperoleh dari usaha kerja yang telah dilakukan. Misalnya promosi kerja keras mereka selama bertahun-tahun; (c) prestasi seni, hasil yang diperolah dalam bidang seni; (d) prestasi olah raga, hasil yang diperoleh untuk kerja keras dan usaha dalam bidang olah raga; (e) prestasi sekolah, prestasi yang diperoleh atas usaha dan kerja keras, kerja sama pada pelaksanaan program yang telah ditetapkan sekolah baik meliputi 8 SNP.

B. Pengertian Manajemen dan Manajemen Berbasis Sekolah

Beberapa definisi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli
sebagaiamana termuat dalam laman www.artikelsiana.com/2015/08 adalah:
(1) Manullang, manajemen adalah seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan terhadap sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan;

(2) John D.
Millet: dalam bukunya yang berjudul Managemen in the public service bahwa
pengertian manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan
kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan;

(3) Pengertian manajemen menurut Harold Koontz dan Cyrill O’Donnel dalam
bukunya The Principles of Management adalah cara untuk mencapai tujuan
tertentu melalui kegiatan yang lain; dan

(4) Menurut Henry Fayol, dalam bukunya General Industrial Management bahwa manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan sumber daya manusia dan menggandakan pengendalian dalam
rangka mencapai tujuan.

Sekolah sebagai suatu bantuk organisasi tentu juga menerapkan
manajemen organisasi dalam pengelolaanya yang lebih dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang dapat diartikan sebagai model pengelolaan yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggungjawab) lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibilitas/ keluwesan keluwesan
kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha, dan sebagainya.), untuk
meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan otonomi tersebut, sekolah diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stakeholder yang ada.

Salah satu alasan penerapan MBS adalah untuk membuat
kebijakan/keputusan sekolah lebih dekat dengan stakeholders sehingga
hasilnya benar-benar mencerminkan aspirasi stakeholders. Untuk itu, MBS
mensyaratkan adanya partisipasi aktif dari semua pihak yang terkait dengan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah (stakeholder), baik warga sekolah
seperti guru, kepala sekolah, siswa, dan tenaga-tenaga kependidikan lainnya,
maupun warga di luar sekolah seperti orang tua siswa, akademisi, tokoh
masyarakat, dan pihak-pihak lain yang mewakili masyarakat
(ainamulyana.blogspot.com)

C. Pengertian Partisipasi

Partisipasi Masyarakat Menurut Keith Davis dalam laman
www.pengertianahli.com adalah keterlibatan mental/ pikiran atau moral/
perasaan di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan
sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Partisipasi selalu
dikaitkan dengan peran serta.
Partisipasi adalah proses di mana stakeholders (warga sekolah dan
masyarakat) terlibat aktif baik secara individual maupun kolektif, secara
langsung maupun tidak langsung, dalam pengambilan keputusan, pembuatan
kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan/ pengevaluasian
pendidikan sekolah (ainamulyana.blogspot.com)
Tentu saja pelibatan warga sekolah dalam penyelenggaraan sekolah
harus mempertimbangkan keahlian, batas kewenangan, dan relevansinya
dengan tujuan partisipasi.
Partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan sekolah telah
diatur dalam suatu kelembagaan yang disebut dengan Komite Sekolah. Secara
resmi keberadaan Komite Sekolah ditunjukkan melalui Surat Keputusan
Mendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite
Sekolah. Dalam hal pembentukannya, Komite Sekolah menganut prinsip
transparansi, akuntabilitas, dan demokrasi. Komite Sekolah diharapkan
menjadi mitra sekolah yang dapat mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah.

D. Pengertian Kritik dan Solusi

Pengertian kritik secara umum dapat dipahami sebagai: (1) analisis
meliputi unsur rasionalitas, realitis, dapat dipertanggungjawabkan; (2)
interpretasi meliputi unsur factual, inovasi; dan (3) penilaian, sebagai suatu
usaha dalam menganalisi sesuatu sehinggan dapat terungkap apa yang ada di dalam sesuatu tersebut, baik sisi positif ataupun negatifnya. (http://riungsastra.wordpress.com.)
Sedangkan arti kata solusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah penyelesaian, pemecahan masalah atau jalan keluar. Dalam laman
http://harusketemu.wordpress.com dikatakan bahwa solusi adalah proses
pembelajaran di mana kita berusaha untuk memperbaiki diri dari praktek yang kita lakukan sehari-hari.

Solusi adalah cara pemecahan / penyelesaian masalah tanpa tekanan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kritik dan solusi adalah
merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kritik dapat dikatakan sebagai suatu penilaian terhadap karya atau hasil kerja seseorang yang dalam hal ini adalah hasil atau kondisi sekolah yang dirasa kurang baik, perlu diperbaiki atau perlu dikembangkan sedangan solusi adalah bagaimana sumbangan dalam bentuk ide atau pemikiran dari pengkritik untuk memberi penyelesaian
masalah atau kebijakan yang harus diambil untuk mencapai kondisi yang
diharapkan.

E. Manajemen Partisipasi, Kritik dan Solusi (Manajemen Pakis)

Manajemen Pakis adalah pengelolaan sekolah yang diterapkan
dengan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah, masyarakat dan
stakeholder yang ada dengan menampung segala aspirasi berupa ide, saran dan kritik serta meminta solusi dari setiap ide dan kritik yang diberikan dalam menilai suatu kondisi atau kebijakan di sekolah.

Manajemen Pakis dilaksanakan secara berkesinambungan baik
secara lisan maupun tertulis dengan memanfaatkan berbagai media yang ada
di sekolah secara langsung maupun tak langsung.

Manajemen Pakis diharapkan dapat mempercepat dan mendukung
tercapainya visi dan misi sekolah untuk mewujudkan sekolah yang efektif.
Keterlibatan seluruh warga sekolah dan masyarakat dalam memberikan ide,
kritik dan solusi terhadap kondisi sekolah diyakini dapat mendukung
manajemen sekolah sebagaimana yang diharapkan.

BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan
1. Waktu Pelaksanaan

Best Practice dengan judul Peningkatan Prestasi Sekolah Melalui
Penerapan Manajemen Pakis di SMP Negeri 2 Kepahiang mulai diterapkan
sejak tanggal 27 September 2016 bersamaan dengan mulai bertugasnya
Penulis sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 2 Kepahiang sesuai SK
Bupati Kepahiang Nomor : 824-670 Tahun 2016 secara bekesinambungan
dan dilakukan evaluasi secara berkala pada akhir semester dan akhir tahun
pembelajaran sampai dengan akhir tahun 2017.

Tabel 1. Rencana Kegiatan dan Alokasi Waktu

2. Tempat Pelaksanaan

Best Practice diterapkan di SMP Negeri 2 Kepahiang yang
terletak di Desa Kutorejo Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang
Provinsi Bengkulu.

B. Prosedur Pelaksanaan
Best Practice kepala sekolah ini adalah tulisan yang berisi praktik
pengalaman terbaik yang dilakukan Kepala SMP Negeri 2 Kepahiang dalam
bidang manajerial. Prosedur pelaksanaan yang digunakan dalam best practice ini
adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat
peningkatan yang terjadi dari sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan. Dengan
metode ini kepala sekolah berupaya menjelaskan data yang dikumpulkan melalui
kotak aspirasi, buku pakis, komunikasi langsung atau wawancara,
observasi/pengamatan, dan diskusi yang berupa persentase atau angka-angka.
Prosedur pelaksanaan Best Practice Peningkatan Prestasi Sekolah Melalui
Penerapan Manajemen Pakis di SMP Negeri 2 Kepahiang yakni:
1. Rencana : Tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan
meningkatkan partisipasi, menampung ide dan kritik serta
solusi yang diberikan. prosedurnya yaitu dengan melakukan : a)
sosialisasi kepada guru dan staf melalui rapat rutin yang
dilaksanakan setiap Senin pagi, b) melakukan sosialisasi kepada
siswa pada saat pelaksanaan upacara dan kegiatan rutin lainnya
c) memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan stake holder
secara langsung setiap ada kegiatan atau pertemuan; d)
menyiapkan instrumen/sarana pendukung pelaksanaan
Manajemen Pakis berupa : Buku Pakis, Kotak Aspirasi, Buku
Tamu, Agenda Rapat.

2. Pelaksanaan: Berupa pelaksanaan untuk menampung berbagai bentuk
partisipasi berupa ide, kritik, saran, masukan dan solusi yang
diberikan dengan cara : 1) menampung pakis siswa dengan
membuat kotak aspirasi yang akan dibuka setiap akhir pekan
dan dibahas bersama manajemen sekolah pada pelaksanaan
rapat rutin mingguan; 2) menampung pakis dari warga sekolah
dan masyarakat misalnya : pejabat dinas, pengawas pembina
dan pengawas mata pelajaran, komite sekolah, wartawan dan
Lembaga Swadaya Masyarakat disediakan Buku Pakis yang
diisi oleh mereka dan dibahas bersama sebagaimana poin 1; 3)

menampung pakis dari guru, staf dan karyawan sekolah setiap
rapat rutin mingguan sekalgus membahas pakis yang masuk
dari siswa, masyarakat dan stake holder lainnya.

3. Observasi: Merekapitulasi partisipasi, kritik dan solusi terhadap kondisi
sekolah masuk dan membuat skala prioritas dan tindak lanjut
yang akan dilakukan.
Selain itu juga kepala sekolah mencatat hal-hal yang terjadi
dalam pertemuan dan wawancara. Rekaman dari pertemuan dan
wawancara akan digunakan untuk analisis dan tindak lanjut
kemudian.

4. Refleksi: Kepala sekolah mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan
hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil dari refleksi ini, . bersama manajemen
sekolah melaksanakan inovasi dan perbaikan terhadap program
dan tindakan yang telah disusun dan dilaksanakan agar sesuai
dengan kondisi yang diharapkan.
Alur Best Practice dapat dilihat pada Gambar berikut :

C. Cara Pemecahan Masalah.

Hasil pengumpulan pakis yang diperoleh dalam kurun waktu
tertentu, satu minggu atau satu bulan direkapitulasi dan dipilah dengan kategori
sebagai berikut :
Permasalahan Perencanaan
kegiatan

Pelaksanaan
kegiatan

Observasi hasil
kegiatan

Refleksi atas
Tindak Lanjut

Inovasi dan Perbaikan Program
dan Tindakan yang telah disusun
dan dilaksanakan

1. Informasi berupa sanjungan, pujian dan kepuasan dikelompokkan dalam
satu kategori dengan tanpa tindak lanjut kegiatan hanya dijadikan
referensi sebagai motivasi untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.
2. Informasi berupa usulan atau ide untuk pengembangan sekolah
dikelompokkan dan direkap untuk dianalisa kemungkinan tindak
lanjutnya. Untuk usulan atau ide yang dapat langsung ditindaklanjuti akan
segera dilaksanakan. Sedangkan usulan atau ide yang tidak dapat
langsung ditindaklanjuti akan dijadikan referensi untuk penyusunan
program sekolah selanjutnya.
3. Informasi berupa kritik dan solusi yang diberikan dikelompokkan untuk
dapat diklarifikasi dan ditindaknjuti sesuai dengan kondisi dan situasi
sekolah yang memungkinkan dan dijadikan bahan introspeksi bagi
manajemen sekolah.
4. Informasi berupa keluhan dan pengaduan dikelompokkan untuk dapat
diklarifikasi dan dicarikan solusi untuk pemecahannya.
5. Informasi yang tidak dapat dikategorikan karena hanya bersifat iseng dan
tidak dapat dipertanggungjawabkan dipisahkan untuk kemudian
dimusnahkan.
Tindak lanjut hasil pakis ada yang langsung ditangani kepala sekolah namun
sebagian juga ditindaklanjuti oleh wakil kepala sekolah, wali kelas, guru,
Tenaga Administrasi (TAS) dan tenaga kependidikan lainnya.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Awal

Dari hasil pengamatan yang kepala sekolah lakukan sejak hari
pertama bertugas di SMP Negeri 2 Kepahiang dan dari hasil wawancara,
perbincangan dan diskusi dengan Kaur Tata Usaha, Wakil Kepala Sekolah,
Pembantu Kepala Sekolah, Dewan Guru, Siswa serta Komite Sekolah
termasuk dengan Pengawas Pembina, kondisi sekolah dapat digambarkan
sebagai berikut :
a) Guru dan Tenaga Kependidikan
1. Jumlah guru yang dimiliki 25 orang terdiri 21 orang PNS dan 4
orang non PNS
2. Jumlah tenaga kependidikan 6 orang terdiri 1 orang PNS dan 5 orang
non PNS.
3. Kekurangan tenaga guru mata pelajaran matematika, IPS, Seni
Budaya, TIK.
b) Data Siswa
1. Siswa berjumlah 491 orang terdiri dari 14 rombel.
2. Rata-rata jumlah siswa kelas VIII : 41 orang/kelas
c) Prestasi Sekolah
1) Prestasi Siswa

2) Prestasi Guru

d) Sarana dan Prasarana Sekolah
1. Kondisi sarana dan prasarana sekolah banyak yang rusak dan tidak
layak pakai.
2. Kekurangan alat pembelajaran komputer, alat kesenian, buku
pelajaran.
3. Alat pembelajaran yang ada kurang dimanfaatkan secara optimal
e) Manajemen Sekolah
1) Kedisiplinan dan kinerja guru dan TAS.
a) Kedisiplinan guru sangat kurang; sering datang terlambat, lambat
masuk kelas keluar sebelum waktunya.
b) Administrasi mengajar guru dan administrasi tugas tambahan
lainnya sering tidak dibuat dan tidak lengkap.
c) Pembagian tugas guru tidak optimal, sehingga hasil kerja dan
hubungan personal antar guru kurang harmonis. d) Motivasi guru dalam pelaksanaan tugas rendah.
e) Hubungan sosial guru dan TAS rendah dan kurang terkoordinasi.
f) Aktivitas dan frekuensi guru mengikuti kegiatan perlombaan dan
pertandingan rendah.

2) Kedisiplinan dan prestasi siswa
a) Kedisiplinan siswa rendah, sering datang terlambat, bolos, tidak
sekolah tanpa keterangan.
b) Tingkat kenakalan siswa tinggi, bullying, pemerasan, berkelahi,
pelecehan.
c) Sopan santun siswa terhadap guru dan sesama teman rendah.
d) Aktivitas siswa mengikuti kegiatan perlombaan dan pertandingan
rendah.
e) Kegiatan ektra kurikuler belum banyak dan tidak berjalan dengan
optimal bagi yang sudah ada.
3) Ketertiban administrasi sekolah
a) Program kerja sekolah, RKS dan RKAS belum disusun secara
prosedural.

b) Dokumen kurikulum belum disusun secara prosedural dan belum
didokumentasikan dan diarsipkan secara lengkap dan teratur.
c) Program dan dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
sekolah belum berjalan dan tersusun dengan baik.

B. Proses Pelaksanaan
1. Pelaksanaan untuk menampung berbagai bentuk partisipasi berupa ide,
kritik, saran, masukan dan solusi yang diberikan dengan cara:
1) Menampung pakis siswa dengan membuat kotak aspirasi yang akan
dibuka setiap akhir pekan dan dibahas bersama manajemen sekolah
pada pelaksanaan rapat rutin mingguan;
2) Menampung pakis dari warga sekolah dan masyarakat misalnya:
pejabat dinas, pengawas pembina dan pengawas mata pelajaran,
komite sekolah, wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat
disediakan Buku Pakis yang diisi oleh mereka dan dibahas bersama
sebagaimana poin 1;
3) menampung pakis dari guru, TAS dan karyawan sekolah setiap rapat
rutin mingguan sekaligus membahas pakis yang masuk dari siswa,
masyarakat dan stakeholder lainnya.

2. Hasil pengumpulan pakis yang diperoleh dalam kurun waktu tertentu, satu
minggu atau satu bulan direkapitulasi dan dipilah dengan kategori sebagai
berikut :
1) Informasi berupa sanjungan, pujian dan kepuasan. 2) Informasi berupa usulan atau ide untuk pengembangan sekolah. 3) Informasi berupa kritik dan solusi. 4) Informasi berupa keluhan dan pengaduan.
5) Informasi yang tidak dapat dikategorikan karena hanya bersifat iseng
dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

3. Tindak lanjut hasil pakis ada yang langsung ditangani kepala sekolah
namun sebagian juga ditindaklanjuti oleh wakil kepala sekolah, wali
kelas, guru, staf dan manajemen sekolah lainnya.
C. Hasil Yang Diperoleh
Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan Manajemen Pakis bukanlah
merupakan hasil akhir namun merupakan proses perkembangan dan
kemajuan yang terus berjalan secara berkesinambungan. Namun dari
perbandingan antara kondisi awal dan kondisi akhir dalam kurun waktu satu
setengah tahun berjalan dapat diperoleh kemajuan yang cukup signifikan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi pakis dari berbagai sumber dapat
dijabarkan usulan, permasalahan, solusi dan tindak lanjut serta hasil yang
telah didapatkan sebagai berikut :
1) Kegiatan Kesiswaan :

2) Kegiatan Belajar Mengajar :

3) Sarana dan Prasarana Sekolah :

– 4) Manajemen Sekolah :

Dari uraian hasil diatas, perkembangan sekolah menuju ke sekolah yang
berkualitas sudah mulai terwujud dan sudah dirasakan dampaknya oleh
komunitas sekolah. Namun hal itu masih perlu dikembangkan dan
membutuhkan proses yang akan memakan waktu, sumber daya dan kerja
sama dari semua pihak yang berperan baik secara langsung maupun tidak
langsung untuk mewujudkan SMP Negeri 2 Kepahiang menjadi sekolah
yang berprestasi.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Untuk mewujudkan sekolah SMP Negeri 2 Kepahiang menjadi sekolah yang
berprestasi membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen sekolah, membutuhkan
sumber daya dan sumber dana serta waktu yang relatif cukup lama. Penerapan
Manajemen Partisipasi, Kritik dan Solusi ( Manajemen Pakis) yang melibatkan
berbagai pihak untuk bertisipasi, memberi kritik dan solusi terbukti merupakan
suatu cara yang dapat mempercepat peningkatan prestasi di SMP Negeri 2
Kepahiang yang ditunjukkan oleh hasil prestasi akademik dan non akademik
selama dua tahun terakhir cenderung meningkat.

B. Saran
Penerapan manajemen pakis di SMP N 2 Kepahiang agar lebih optimal
disarankan kepada seluruh warga sekolah dan warga masyarakat hendaknya dapat
selalu aktif berpartisipasi dalam memberikan kritik dan solusi untuk kemajuan
pendidikan di sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung melalui
wadah yang disediakan dan prosedur yang sesuai. Kepada pemerintah dan
stakeholder lainnya dapat memfasilitasi dalam pengembangan sekolah mengingat
kemampuan sekolah yang sangat terbatas jika harus melakukan pengembangan
sekolah secara mandiri.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2003. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Jakarta: Depdiknas.
2005. Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
2017. Petunjuk Teknis Pembuatan Best Practice Sebagai Karya Tulis
Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Kepala Sekolah. Jakarta.
Kemendiknas. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta.
2010. Supervisi Akademik. Jakarta.
www.gurupendidikan.co.id. Tanggal 28-03-2018 Jam 13.40
www.artikelsiana.com/2015/08. Tanggal 29-03-2018 Jam 09.20
www.ainamulyana.blogspot.com. Tanggal 02-04-2018

 

KONDISI AWAL SMP NEGERI 2 KEPAHIANG PER 15 SEPTEMBER 2016

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

BUKU PAKIS

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

ASPIRASI SISWA

ASPIRASI SISWA

 

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

KEGIATAN SISWA

KEGIATAN SEKOLAH

 

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

CONTOH KONDISI AWAL RKB

CONTOH KONDISI AKHIR RKB

 

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

PRESTASI SISWA JUARA OSN & FLS2N

KOLEKSI PIALA 2017-2018

 

DOKUMENTASI BEST PRACTICE

KEGIATAN LOMBA SISWA

KEGIATAN LOMBA SISWA

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *