UKW = Ritual Wajib Bagi Wartawan

0
211 Kali dibaca
Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pers Hendro Basuki sambutan pada pembukaan Uji Kopetensi Wartawan (UKW) di Aula Setdakab Lebong, Kamis (26/4) pukul 09.00 WIB.
Bagikan
Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pers Hendro Basuki sambutan pada pembukaan Uji Kopetensi Wartawan (UKW) di Aula Setdakab Lebong, Kamis (26-4-2018) pukul 09.00 WIB.

SemarakPost.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu sukses menggelar Uji Kopetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-7.

UKW yang digelar pada Kamis, (26-4-2018), di Aula Setdakab Lebong itu dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2018.

Peserta UKW yang terdaftar 27 orang, namun yang mengikuti UKW 24 orang. Untuk jenjang Muda 12 orang, Madya 6 orang dan Utama 6 orang. Peserta dibagi 4 kelompok, 2 kelompok Muda, 1 kelompok Madya dan 1 kelompok Utama.

Tim penguji 5 orang. Terdiri dari ketua tim dari Dewan Pers bidang pendidikan, Hendro Basuki, Ketua PWI Sumatra Selatan (Sumsel), Ockta Riady, Ketua PWI Bengkulu Zacky Antoni, dan tiga penguji lainya, Susi, Khairul dan Katin.

Ketua PWI Bengkulu Zacky Antoni dalam sambutanya mengatakan, peserta UKW Ke-7 berasal dari Muko-Muko, Bengkulu Utara, Bengkulu Kota, Lebong dan Kepahiang.
“Diawali seminar pers, malamnya golden memories, UKW, lanjut Rocking Home, Jum’at operasi bibir sumbing 20 peserta, sukuran puncak HPN sekaligus pelantikan PWI Lebong. Penutupan hari Sabtu kegiatan wisata arum jeram di air Ketahun Topos. Pesonanya luar biasa, seperti grand kanyon. Bupati Lebong (H Rosjonsyah) ingin mempromosikan potensi alam Lebong, ” sampai Zacky.

Pada giliranya, Hendro Basuki menegaskan, bahwa UKW merupakan ritual wajib bagi wartawan.
“Yang ngaku sudah jadi wartawan wajib UKW. Saatnya kita ukur kapasitas diri. Kita lihat dari diri kita. Ada yang ngaku sudah 5 tahun jadi wartawan, tapi pertanyaanya berkapasitas apa tidak? ,” tanya Hendro.

Dikatakan, melalui UKW, kapasitas, profesionalisme, wawasan, kepahaman tentang kode etik jurnalistik dan UU pers bisa diukur.
“UKW dimulai sejak 2011. Ini lebih lambat jika dibanding kopetensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” katanya.

Ketua tim penguji ini menjelaskan, UKW ada tiga kasta. Yang pertama jenjang Muda yang bertugas mencari berita. Jenjang Madya bertugas mengelola pemberitaan, Jenjang Utama bertugas managerial.
“Di jenjang utama banyak tidak lolos. Karena belum pernah mengerjakan leader. Maka dari itu, ikutilah UKW sesuai jenjangnya,” saranya.

Asisten 2 Pemkab Lebong, Drs Dalmuji Suranto, juga menyampaikan, bahwa
Pemkab Lebong sudah mempersiapkan HPN sejak jauh hari. Tepatnya, November 2017. Menurutnya, Bupati Lebong H Rosjonsyah bahagia sekali dengan acara HPN. Dengan harapan bisa mengangkat potensi Lebong. Seperti Arum jeram, air terjun tujuh warna, danau picung, dan pertambangan emas.
“UKW adalah value. Kedepan pengolahan media butuh sesuai standar terukur dan bersaing. Bagi wartawan, UKW harus dilalui guna meningkatkan profesionalisme dan kopetensi,” pungkasnya.(DDD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here