Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
165 Kali dibaca
Hari Kartini Momentum Evaluasi Peran Perempuan Indonesia
Bagikan

Bengkulu, Semarakpost.com – Sejarah mencatat, perempuan punya andil besar dalam berbagai peristiwa bersejarah di negeri ini, bahkan perempuan Indonesia seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia dan Cut Nyak Dhien ikut serta angkat senjata melawan penjajah.

Hal tersebut ditegaskan Plt Ketua PKK Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin Rohidin Mersyah, usai menghadiri peringatan hari Kartini di Istana Bogor, Sabtu, 21 April 2018.

Peringatan Hari Kartini ini, lanjut Derta Wahyulin, adalah momentum bersejarah, “dengan peringatan ini, perempuan Indonesia harus terlibat dalam berbagai sektor pembangunan, membantu mengisi kemerdekaan yang telah bersama-sama diperjuangankan sejak puluhan tahun silam,” ujar Derta bersemangat.

Perempuan Indonesia, tambah Derta Wahyulin, seperti R. A. Kartini, dan Dewi Sartika telah memberikan contoh nyata, bagaiamana perempuan Indonesia berjuang dan berbuat untuk bangsa ini.

“Keterlibatan perempuan di ruang publik, termasuk pengentasan kemiskinan, serta pemerataan pendidikan bagi segenap anak negeri, harus terus diperjuangkan,” tambah istri dari orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini.

Menurut Derta Wahyulin, hal penting dari peringatan Hari Kartini, bukan acara seremonial seperti mengenakan kebaya, namun berlaku nyata dalam perubahan daerah dan bangsa.

“Menurut saya mengevaluasi dan menata kembali keterlibatan perempuan dalam pembangunan nasional jauh lebih penting, oleh sebab itu, saya mengajak perempuan Indonesia khususnya perempuan Bengkulu, mari isi kemerdekaan ini dengan semangat para pendiri bangsa,” tambahnya.

Lebih jauh Derta menjelaskan, peran penting perempuan dalam pembangunan, berawal dari peran di dalam keluarga.

“Pondasinya harus kita bentuk sejak dini, yaitu dalam keluarga kita masing-masing,” ucap Derta.

Ia juga menuturkan, perempuan masa kini, harus bisa menghasilkan generasi yang tangguh yang akan meneruskan perjuangan bangsa.

“Menciptakan kerukunan di dalam keluarga itulah yang akan menjadi modal perdamaian bangsa,” ujar Derta yang ikut memotivasi agar seluruh masyarakat Bengkulu mendukung pemerintah agar dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan bangsa.

“Setiap kinerja pasti punya kekurangan, mari saling mengisi, termasuk peran advokasi dalam berbagai kasus yang melibatkan kekerasan terhadap perempuan perlu ditingkatkan,” pungkasnya.

Peringatan hari Kartini berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor. Turut hadir dalam acara yang mengangkat tema “Perempuan Indonesia yang Menginspirasi” tersebut, sejumlah menteri perempuan dan istri gubernur yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, serta beberapa tokoh perempuan inspiratif.

Sumber: Media Center, Humas Pemprov Bengkulu

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *