Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
2.369 Kali dibaca
Bagikan

SemarakPost.com BENGKULU UTARA – Seorang polisi gadungan berpangkat
Brigadir dari Polda Jawa Barat, Dandi coba menipu warga Desa Rama
Agung, Arga Makmur, Bengkulu Utara melalui media sosial (medsos).

Aksi percobaan penipuan dilakukan dengan cara memposting foto kamera DLSR Canon 700 di medsos dengan penjelasan “dijual” Rp 2 juta. Fi (32) Warga desa Rama Agung yang sedang berselancar didunia maya melihat postingan itu dan tertarik. Komunikasipun dilanjutkan melalui HP Dandi No 082195332617.

“Kala itu, dia sedang butuh uang untuk biaya persalinan
istrinya. Makanya, kamera seharga Rp 8 juta itu dijual Rp 2 juta,” ujar Fi.

Untuk mengelabui Fi, polisi gadungan itu langsung mengirimkan
foto kartu tanda anggota (KTA) Polri atas nama Brigadir Dandi NRP Polda
Jawa Barat Nomor 85064880. Serta nomor KTA 6013 0106 2447 8534.

Menariknya, foto Dandi dalam KTA yang mengenakan seragam Polri itu terlihat
tersenyum lebar dan tebar pesona. “Saya sempat percaya bahwa dia benar-benar polisi.
Tapi, setelah melihat foto di KTA-nya yang tersenyum lebar itu saya mulai
curiga. Sepertinya ada yang janggal,” tutur Fi.

Tak hanya KTA, untuk lebih meyakinkan Fi, oknum polisi gadungan itu juga mengirimkan foto
KTP miliknya. Di KTP itu tertera nama Dandi NIK 3203241146694004, Keluaran
Provinsi DKI Jakarta Timur. Tempat dan tanggal lahir di Surabaya, 5 Mei
1987. Alamat Jalan Batu Ampar 3 Codet RT 15 RW 008, Kelurahan Cililitan
Kecamatan Kramat Jati.

“Merasa ada yang janggal, saya langsung memutuskan
transaksi jual beli kamera melalui medsos itu. Lalu, sayapun melaporkannya
ke Polres Bengkulu Utara,” kata Fi.

Sementara Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Ariefaldi Warganegara, S.Ik
melalui Humas Ops Polres, Iptu. Haryanto, menjelaskan bahwa Fi telah
melaporkan aksi penipuan yang disebutkan dilakukan orang yang mengaku
bernama Brigadir Dandi.

“Kami berharap masyarakat dapat berhati-hati dan lebih cerdas dalam melakukan transaksi
melalui medsos. Walaupun pelakunya mengaku-ngaku sebagai anggota Polri.
Jika menemukan hal serupa segera laporkan ke polisi terdekat,” kata
Haryanto. (AAA)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *