Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
428 Kali dibaca
Baru Bebas, Residivis Narkoba “Nginap” Lagi Di Hotel Prodeo
Bagikan


SemarakPost.com – Belum genap satu tahun menghirup udara bebas, Residivis pengedar Narkoba jaringan lokal Kepahiang kembali dicokok.
Satuan Narkoba Polres Kepahiang berhasil meringkus pengedar dan pengguna Narkoba, di Desa Imigrasi Permu, Kepahiang, Senin (23-4-2018) sekira Pukul 16.40 WIB.

Kedua pemuda naas itu masing – masing AP (32) warga Gang Solihin
Kelurahan Pasar Kepahiang dan EM (23) warga Desa Embung Ijuk Kecamatan
Bermani Ilir.

Kapolres Kepahiang AKBP. Pahala Simanjuntak SIk melalui Kasat Narkoba
AKP Rahmat SH dalam keterangan press menerangkan, peristiwa
penangkapan pengedar dan pengguna Narkoba tersebut berawal dari
laporan masyarakat tentang adanya transaksi Narkoba. Disinyalir bahwa
EM baru saja membeli Narkoba jenis sabu-sabu.
“Bermodal laporan masyarakat itu, kita langsung kerahkan anggota untuk
melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap Tsk EM. Tapi, EM
mengatahui jika sedang diburu makanya ia melarikan diri. aksi kejar
kejaranpun tak terelakkan bahkan kita sempat melepas tembakan
peringatan sebelum ahirnya EM berhasil kita ringkus di Desa Imigrasi
Permu, Senin (23/4). Dari tangan EM kita menemukan Narkoba jenis
sabu-sabu yang disimpan dalam plastik bening,” terang Kasat.

Dikatakan, dari hasil introgasi, EM berkicau bahwa Narkoba jenis Sabu
yang ada padanya dibeli dari seorang pengedar berinisial AP di Gang
Solihin Pasar Kepahiang. Tak menunggu waktu lama, Sat Narkoba bergerak
cepat menuju kediaman AP. Dirumah AP petugas berhasil menemukan satu
paket sabu yang disimpan dalam pipet air mineral dan Daun Ganja kering
dalam kertas buku serta biji ganja dalam bungkus plastik.
“Dari hasil introgasi diakui BB dibeli dari luar daerah, pengakuan ini
sedang kita dalami. Sementara untuk BB ganja seharga Rp 50-100 ribu,
Sabu seharga Rp 300 ribu, Untuk biji ganja rencananya untuk ditanam,
tapi belum ada lokasinya,” kata Kasat.

Menurut Kasat, dari hasil penyidikan sementara bahwa Tsk AP adalah
seorang pengedar sedangkan Tsk EM memiliki dan menguasai Narkoba.
Berdasarkan cacatan bahwa tsk AP adalah Residivis dalam kasus yang
sama dan divonis 5 tahun. AP baru menghirup udara bebas tahun 2017
lalu.
“Untuk sementara pasal yang kita gunakan untuk TSk EM Pasal 111, 112
sedangkan untuk Tsk AP kita jerat dengan pasal 111, 112 dan 114 dengan
ancaman 4-12 tahun penjara,” pungkas Kasat.

Dari keduanya Polisi mengamankan BB berupa, Satu Paket sabu dalam
plastik bening, Sabu dalam pipet air meneral, Ganja kering siap pakai,
biji ganja, HandPhone, Korek Gas, Dompet, KTP dan sejumlah uang yang
diduga hasil transaksi Narkoba. (BBB)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *